Sinergi Pendidikan dan Teknologi: SMAN 48 Jakarta Gelar Workshop Kreatif untuk Guru
BSINews, Jakarta – Pada Rabu (21/5), SMAN 48 Jakarta bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menggelar Workshop Digital Kreatif bagi para guru sebagai upaya membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan berlangsung di aula SMAN 48 Jakarta dan diikuti oleh tenaga pendidik dari berbagai bidang studi.
Sinergi Pendidikan dan Teknologi: SMAN 48 Jakarta Gelar Workshop Kreatif untuk Guru
Workshop ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru, sekaligus memperkuat integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Kegiatan tersebut memadukan dua elemen penting pendidikan masa kini: penguasaan teknologi dan pengembangan profesional melalui pelatihan serta informasi mengenai peluang beasiswa.
Kepala SMAN 48 Jakarta, Luhur Setiawati, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru yang terus berupaya meningkatkan kualitas diri. “teknologi bukanlah pengganti peran pendidik, melainkan alat bantu untuk memperkaya proses mengajar agar lebih efektif dan inspiratif. Ia menekankan pentingnya menyinergikan keduanya dalam pembelajaran modern,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Jumat (23/5).
Sesi utama dipandu oleh Rian Septian Anwar, praktisi teknologi pendidikan, yang membawakan materi tentang strategi pembelajaran kreatif berbasis digital dan pengenalan berbagai platform interaktif yang dapat digunakan dalam proses mengajar. Aula sekolah ditata ulang untuk menghadirkan suasana belajar yang aktif dan partisipatif, di mana para guru tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara langsung melalui diskusi dan simulasi teknologi pendidikan.
Pada sesi praktik, Rian Septian Anwar memandu para guru untuk mendesain kuis digital menggunakan aplikasi daring, membuat media pembelajaran visual yang menarik, dan menerapkan konsep gamifikasi dalam pembelajaran sehingga para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mencoba penerapannya dalam kelas. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai berbagai program beasiswa pengembangan guru, mulai dari pelatihan daring bersertifikat, pelatihan lanjutan dalam negeri, hingga peluang studi di luar negeri.
Di akhir kegiatan, peserta menerima e-materi dan akses ke komunitas guru pembelajar digital guna mendalami materi yang telah dibahas. Workshop ini menjadi ruang sinergi antara dunia pendidikan dan perkembangan teknologi yang dibutuhkan para guru di era digital.
Melalui dukungan kepala sekolah, narasumber berpengalaman, dan semangat belajar para guru, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdampak positif bagi siswa. (Alisa)