SMK Sandikta Kupas Tuntas Mikrotik Lewat Workshop Digital Kreatif Bersama UBSI Kampus Jatiwaringin
BSINews, Bekasi – Menjawab tantangan era digital dan kebutuhan dunia kerja, SMK Sandikta menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif bertema “Kupas Tuntas Mikrotik” pada Jumat (23/5), bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi sekaligus dosen UBSI, Rian Septian Anwar, sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Sindi sebagai host. Dengan pendekatan kolaboratif, workshop ini menyasar siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam memahami dan mengonfigurasi perangkat jaringan berbasis Mikrotik.
Rian Septian Anwar, dosen UBSI kampus Jatiwaringin sekaligus narasumber utama, menyampaikan pentingnya pemahaman teknis jaringan bagi siswa SMK, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja digital saat ini. Ia juga menekankan pendekatan praktik langsung sebagai metode efektif dalam pembelajaran jaringan.
“Pemahaman Mikrotik bukan hanya tentang teori, tapi soal kesiapan menghadapi situasi nyata di lapangan. Lewat praktik langsung, siswa bisa melihat bagaimana konfigurasi jaringan diterapkan secara konkret,” ujar Rian, dari keterangan rilis yang diterima pada Senin (26/5).
Sebagai bagian dari program UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, workshop ini dirancang untuk menguatkan kompetensi digital siswa vokasi melalui pendekatan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Materi disampaikan secara bertahap, dimulai dari pengenalan Mikrotik dan fungsi-fungsi utamanya, instalasi perangkat lunak Winbox, hingga konfigurasi IP Address, DHCP Server, dan NAT. Selain itu, peserta juga mempelajari penerapan simple queue untuk manajemen bandwidth serta studi kasus implementasi jaringan di lingkungan sekolah maupun kantor. Seluruh materi dikemas dalam format praktis agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai tingkat pemahaman.
Workshop diselenggarakan di Laboratorium Jaringan TKJ SMK Sandikta yang diubah menjadi ruang interaksi digital yang aktif dan kolaboratif. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan konfigurasi menggunakan perangkat jaringan asli.
Metode learning by doing menjadi ciri utama pelatihan ini. Para siswa diajak berdiskusi, mencoba simulasi kasus, dan memahami jaringan secara kontekstual. Rian Septian Anwar menyampaikan materi dengan pendekatan yang membumi dan mudah dipahami, menjadikan topik teknis terasa relevan dan aplikatif untuk kebutuhan siswa.
Sindi sebagai host turut menghidupkan suasana dengan berbagai kuis interaktif dan sesi tanya jawab yang membuat kegiatan semakin dinamis dan menarik. Salah satu siswa TKJ mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti sesi praktik konfigurasi jaringan Mikrotik secara langsung. Ia merasa mendapatkan pengalaman baru yang membuka wawasannya tentang dunia jaringan komputer.
“Sebelum ikut workshop ini, saya kira Mikrotik cuma untuk teknisi profesional. Tapi sekarang saya sudah bisa atur IP dan DHCP sendiri. Seru banget!” ujarnya.
Kehadiran UBSI menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. UBSI tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga aktif menjalin kolaborasi dengan sekolah menengah, terutama dalam mengembangkan keterampilan teknologi digital bagi siswa SMK. (Alisa)