UBSI dan Kemenag Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Hadapi Transformasi Digital 2026

0 2

BSINews, Sukabumi — UBSI dan Kemenag berkolaborasi dalam memperkuat kompetensi guru madrasah menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis teknologi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop Implementasi Kurikulum Informatika yang dirangkaikan dengan Pelatihan Koding Menggunakan Scratch dan Python.

Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Guru Informatika dalam Implementasi Kurikulum, Computational Thinking, dan Pemrograman Berbasis Proyek”, agenda ini menjadi ruang pembelajaran bagi tenaga pendidik untuk memperkuat pemahaman mengenai kurikulum informatika sekaligus meningkatkan keterampilan pemrograman.

Perkuat Kompetensi Digital Guru Madrasah, UBSI dan Kemenag Hadirkan Pelatihan Koding

Baca Juga ; Pelatihan AI dan Media Sosial Bekali Pengurus RT LMK Pinang Ranti Hadapi Tantangan Digital

Rangkaian workshop menggunakan skema hybrid. Sesi pembukaan digelar secara tatap muka dengan melibatkan jajaran pemangku kepentingan, pimpinan universitas, serta guru madrasah. Selanjutnya, pembelajaran dilanjutkan secara daring setiap pekan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa berprestasi UBSI sebagai tim pengajar.

Pengawas Bina Informatika, Dr. Widad Arifin, menjadi salah satu pemateri utama dengan membahas kebijakan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai pedoman teknis pelaksanaan kurikulum informatika di madrasah.

Dalam paparannya, Dr. Widad Arifin menjelaskan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis CINTA dalam proses pendidikan. Nilai tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diintegrasikan dalam sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kurikulum CINTA ini harus menjangkau seluruh murid di madrasah. Integrasinya mencakup cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta sesama manusia, cinta lingkungan, hingga cinta kepada Tuhan,” tegas Widad Arifin.

Menurutnya, proses sosialisasi kebijakan hingga ke tingkat madrasah masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan jangkauan informasi, waktu mengajar, prosedur birokrasi, serta alokasi anggaran menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi keterlibatan pendidik dalam program pengembangan kompetensi.

Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi dengan UBSI dinilai memberikan dukungan dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif, khususnya pada penguatan kemampuan koding dan computational thinking.

“Meskipun pola sosialisasi kurikulum saat ini tidak semasif Kurikulum 2013 yang menjangkau hingga ke tingkat paling bawah, kolaborasi bersama UBSI memberikan dampak yang sangat nyata. UBSI sungguh luar biasa dalam mendukung sarana dan prasarana pembelajaran,” ungkap Widad Arifin.

UBSI dan Kemenag Dorong Guru Madrasah Kuasai Koding dan Computational Thinking

Baca Juga : Mahasiswa Prodi SIA UBSI Kampus Solo Ikuti Pelatihan Digital Talent Scholarship di Komdigi Yogyakarta

Pelatihan yang diberikan tidak hanya memperkenalkan konsep teknologi, tetapi juga memberikan ruang bagi guru untuk mengenal pemrograman melalui Scratch dan Python. Kehadiran dosen serta mahasiswa berprestasi UBSI sebagai tim pengajar turut membuka ruang berbagi pengetahuan antara lingkungan perguruan tinggi dan madrasah.

Dr. Widad Arifin berharap pelatihan koding dan computational thinking dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, penguatan kompetensi teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia digital.

Ia juga mendorong UBSI dan Kemenag untuk terus memperkuat strategi promosi dan citra lembaga agar masyarakat semakin mengenal kualitas akademik serta fasilitas yang dimiliki. Di sisi lain, komunikasi antara perguruan tinggi dan pengelola madrasah dinilai perlu terus dibangun agar program pengembangan kompetensi teknologi dapat berkelanjutan.

Kolaborasi UBSI dan Kemenag tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam merespons perubahan pembelajaran di era digital. Penguatan kompetensi guru diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi juga mendukung penerapan pembelajaran informatika yang selaras dengan nilai dan kebutuhan peserta didik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.