UBSI Dukung Transformasi Guru Konvensional Menjadi Guru Digital di SMAN 48 Jakarta
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mendukung upaya transformasi pendidikan yang dilakukan SMAN 48 Jakarta melalui penyelenggaraan Workshop Digital Kreatif di aula sekolah, pada Rabu (21/5). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membekali para pendidik dengan keterampilan abad ke-21, menjembatani peralihan dari metode pengajaran konvensional menuju pendekatan berbasis teknologi yang dinamis.
UBSI Dukung Transformasi Guru Konvensional Menjadi Guru Digital
Workshop ini dirancang untuk membantu guru menghadapi perubahan pola belajar siswa di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi menuntut pendidik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Materi utama dibawakan oleh Rian Septian Anwar, praktisi dan edukator digital berpengalaman yang banyak mendampingi sekolah dalam penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam pemaparannya, Rian memperkenalkan berbagai inovasi pengajaran, seperti penggunaan media digital interaktif, pemanfaatan platform pembelajaran daring dan hybrid, strategi mengajar berbasis pengalaman digital siswa, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dan multimedia sebagai alat bantu edukatif.
Baca juga : ICTHB 2025 Siap Digelar, UBSI Ajak Akademisi dan Praktisi Bahas Transformasi Pariwisata Global
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 48 Jakarta, Luhur Setiawati, yang menekankan pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan zaman. “Perubahan dalam pendidikan bukan hanya soal perangkat atau aplikasi, tapi soal pola pikir. Guru yang mau berkembang adalah aset sekolah yang paling berharga,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (24/5).
Pelaksanaan workshop dibuat aktif dan partisipatif. Para guru diajak mencoba langsung berbagai platform digital, menyusun materi presentasi yang menarik, hingga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi berbasis AI dalam asesmen pembelajaran. Peserta juga mendapatkan informasi terkait peluang beasiswa dan pelatihan lanjutan bagi guru, baik dari instansi pemerintah maupun mitra lembaga pendidikan.
Banyak guru mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru. Salah satunya, Hari, menyampaikan, “Saya mulai menyadari bahwa untuk dekat dengan siswa zaman sekarang, saya juga harus bisa bicara dengan bahasa mereka—bahasa teknologi,” jelasnya.
Melalui inisiatif seperti ini, SMAN 48 Jakarta membuktikan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari langkah kecil namun berdampak besar. Dengan dukungan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, para guru semakin siap melangkah menuju model pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. (Alisa)