UBSI Gelar IT Bootcamp: Mahasiswa Didorong Kuasai IoT dan AI untuk Solusi Masa Depan

0 34

BSINews, Jakarta Program Studi Teknik Elektro Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), sukses menyelenggarakan kegiatan pembekalan IT Bootcamp bertajukTransformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan”. Kegiatan ini berlangsung di UBSI kampus Kramat 98 pada Senin (16/6), pukul 14.00–17.00 WIB.

Acara ini dihadiri oleh dosen, narasumber, serta mahasiswa dari berbagai jenjang yang memiliki minat pada pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis dan aplikatif terkait transformasi digital, serta memperkuat kesiapan mereka menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Rachmat Adi Purnama, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret UBSI dalam merespons tantangan revolusi industri.

Penguasaan teknologi seperti IoT dan AI tidak lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama dalam dunia kerja maupun kewirausahaan berbasis digital. Mahasiswa harus mampu mengembangkan solusi yang inovatif dan efisien,” ungkap Rachmat, dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (19/6).

Baca juga : UBSI Kampus Tangerang Ajak Masyarakat Kenali Dunia Kampus Lewat Open Booth di TipTop Cimone

Sesi pertama diisi oleh Rian Septian Anwar yang mengangkat materi seputar konsep smart home. Ia menjelaskan bagaimana perangkat-perangkat berbasis IoT seperti sensor, aktuator, dan sistem pengontrol dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang cerdas dan nyaman.

Rumah pintar bukan lagi konsep fiksi. Saat ini, teknologi sudah memungkinkan kita mengatur suhu ruangan, keamanan rumah, hingga konsumsi listrik hanya melalui perangkat pintar. Ini adalah contoh nyata bagaimana IoT bisa membuat hidup lebih efisien,” ujar Rian.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ade Setiawan yang membahas alat deteksi api berbasis IoT dan AI. Ia menjelaskan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan sistem keamanan, khususnya dalam mitigasi risiko kebakaran.

“Kami merancang alat yang menggabungkan sensor suhu dan asap, lalu menghubungkannya dengan sistem peringatan dini. Dengan bantuan AI, sistem ini bisa belajar mengenali pola bahaya dan memberikan respons lebih cepat. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal kepedulian terhadap keselamatan,” jelas Ade.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Sri Watmah yang menjaga jalannya acara tetap interaktif. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama seputar implementasi teknologi dalam skala rumah tangga hingga industri.

Di akhir sesi, panitia berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat mahasiswa dalam mengembangkan proyek-proyek berbasis teknologi masa depan. “Kami ingin mahasiswa UBSI tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang berdampak bagi masyarakat,” tutup Rachmat.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan inovatif di tengah era transformasi digital yang terus berkembang. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.