UBSI Kampus Fatmawati Siapkan Generasi Z Melek Digital Lewat Seminar Kemerdekaan
BSINews, Jakarta- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Fatmawati sebagai Kampus Digital Kreatif siap menggelar Seminar Kemerdekaan Digital pada Selasa, 26 Agustus 2025. Acara ini ditujukan bagi para siswa sekolah relasi UBSI sebagai wujud nyata kepedulian UBSI terhadap peningkatan literasi digital generasi muda.
Baca juga: Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Kampus Cikampek Kupas Tuntas Peran AI dalam Pendidikan dan Bisnis
Mengusung semangat “Merdeka Digital”, seminar ini mendorong pelajar untuk bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta karya digital yang orisinal dan bermanfaat.
Dua narasumber inspiratif akan berbagi pengalaman, yakni Ricki Sastra, content creator dan praktisi digital, serta Jordy Lasmana Putra, pakar etika digital. Ricki menekankan pentingnya keberanian berkreasi, “Merdeka digital berarti berani menciptakan karya, bukan sekadar mengikuti arus.” Sementara Jordy mengingatkan pentingnya tanggung jawab, “Generasi muda harus kritis, kreatif, sekaligus beretika dalam dunia maya. Itulah makna sejati dari merdeka digital.”
Ishak Kholil selaku Kepala Kampus UBSI Fatmawati, menegaskan acara ini dikemas interaktif melalui diskusi, tanya jawab, hingga berbagi pengalaman langsung, sehingga diharapkan dapat memantik kepercayaan diri para pelajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media berkarya.
“UBSI ingin membekali generasi muda agar tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya yang bernilai. Melalui Seminar Kemerdekaan Digital, kami berharap pelajar bisa merdeka secara digital bebas berkreasi, cerdas bersikap, dan tetap beretika di dunia maya,” tutur Ishak Kholil dalam keterangan tertulis pada Selasa, (19/8).
Dengan menjadikan momen kemerdekaan sebagai pijakan, UBSI Fatmawati ingin menghadirkan semangat baru bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang mandiri, kompetitif, dan siap bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.