UBSI Sukses Gelar Seminar Kebangsaan: Pemuda Digital Garda Terdepan Bela Negara

0 22

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus digital kreatif, sukses menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Peran Pemuda Digital dalam Bela Negara” pada (28/11). Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa, resimen mahasiswa, dosen, Training of Facilitator (ToF) Pelatih Kader Bela Negara, dan jajaran personil Badiklat Kemhan RI ini menciptakan momentum inspiratif yang luar biasa, mendapat dukungan penuh Rektor UBSI, Prof. Dr. Mochamad Wahyudi, beserta pejabat tinggi universitas lainnya.

UBSI Sukses Gelar Seminar Kebangsaan: Pemuda Digital Garda Terdepan Bela Negara

Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Seminar ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung pembentukan generasi muda yang memiliki cinta tanah air dan kesadaran akan peran strategis pemuda digital dalam membela negara,” ujarnya dalam keterangan rilis (29/11) .

Seminar yang berlangsung di Aula UBSI kampus Kramat 98, dipandu Rangga Pebrianto dan Yesni Malau, menghadirkan narasumber Mayjen TNI Tandyo Budi, Kepala Badiklat Kemhan RI, dan Agung Solihin, alumni BSI & Motivator SCB International Consulting. Tandyo Budi memberikan pandangan tajam tentang peran pemuda digital dalam bela negara.

“Pemuda digital memiliki keunggulan dalam membawa perubahan positif melalui teknologi. Bela negara bukan hanya di medan perang, tetapi juga di dunia maya,” ungkap Tandyo Budi.

Baca Juga:Mucsin Ronny, Harapan 3 Gege Kalbar 2023 Resmi Jadi Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak

Heri Winarno, Ketua Pelaksana Seminar Kebangsaan UBSI, menyampaikan rasa syukur atas kesuksesan acara ini. Ia mengatakan, “Kesuksesan ini tidak terwujud tanpa dukungan penuh dari rektor, wakil rektor, dosen, resimen mahasiswa, dan tentu saja, para mahasiswa yang turut serta memeriahkan acara dengan semangat tinggi.

Melalui seminar ini, Universitas BSI, sebagai kampus digital kreatif, kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan yang berdedikasi pada nilai-nilai kebangsaan. (Safika Rahman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.