Kecerdasan Artifisial VS Kecerdasan Orisinal : Siapa yang Akan Menang di Era Digital?

0 28

BSINews, Yogyakarta — Di era revolusi industri 4.0 saat ini, teknologi kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial atau populer dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat pesat. Meskipun AI sendiri sebenarnya mulai dikenal pada tahun 1959 oleh ahli matematikawan asal Inggris yaitu Alan Turing melalui temuannya yang disebut “Turing Test”, namun perkembangan AI mulai berkembang pesat tahun 2010 sampai saat ini.

Perkembangan AI tersebut didukung oleh aplikasi-aplikasi populer seperti Google, Youtube, maupun Netflix yang menerapkan teknologi AI di dalamnya untuk membantu aktifitas sehari-hari. Mulai saat itulah AI mulai dikenal dan popular di kalangan masyarakat luas. Bahkan saat ini, aplikasi Generative AI seperti ChatGPT berkembang pesat dan mengakibatkan ketergantungan pada manusia.

Manfaat dan Dampak Buruk Aplikasi AI

Tidak bisa dipungkiri bahwa aplikasi-aplikasi AI yang ada saat ini sangat membantu tugas-tugas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun, teknologi AI dapat menjadi “sebilah pisau bermata dua” yang dapat memberikan manfaat namun juga berpotensi memberikan resiko besar yang mengancam manusia. Manfaat utama dari aplikasi-aplikasi AI antara lain membantu manusia menyelesaikan masalah, meningkatkan efisiensi kerja, dan sebagai alat bantu untuk pengembangan edukasi dan kreatifitas. Namun, aplikasi-aplikasi AI juga beresiko memberikan dampak buruk seperti disrupsi tenaga kerja, penyalahgunaan, serta bias dan keamanan.

Di dunia pendidikan tinggi, penggunaan aplikasi AI memang dapat membantu pengembangan edukasi dan kreatifitas dosen dan mahasiswa. Aplikasi AI dapat digunakan untuk pengembangan bahan ajar, pengembangan model pembelajaran yang dipersonalisasi (adaptive learning), membantu kegiatan penelitian, membantu tugas administratif, meningkatkan inovasi dan kreatifitas, dan lain-lain. Namun, dampak buruknya antara lain aplikasi AI dapat menciptakan ketergantungan yang berlebihan, peningkatan plagiarisme, melemahnya kecerdasan orisinal, berkurangnya kreatifitas orisinal, privasi dan keamanan data, dan lain-lain.

Penggunaan AI untuk meningkatkan kecerdasan orisinal

Penggunaan aplikasi-aplikasi AI di dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi memang memberikan dampak positif dan negatif. Hal tersebut perlu peran aktif dosen sebagai fasilitator dan pembimbing mahasiswa, sehingga penggunaan aplikasi-aplikasi AI tidak melemahkan kecerdasan orisinal dan mengurangi kreatifitas orisinal mahasiswa. Dosen mungkin akan sulit melarang mahasiswa tidak menggunakan aplikasi AI. Oleh karena itu, dosen harus mampu memberikan arahan dan pemahaman mahasiswa tentang penggunaan aplikasi AI yang bijak yang tetap memperkuat kecerdasan orisinal mahasiswa. Penggunaan aplikasi AI sebagai alat bantu atau asisten belajar dapat digunakan untuk membantu memperoleh tambahan materi pembelajaran sebanyak-banyaknya.

Jika ini dilakukan mahasiswa tentunya akan meningkatkan ilmu dan pengetahuan mahasiswa. Selain itu penggunaan aplikasi AI sebagai alat brainstorming untuk rekomendasi ide awal dan kerangka inovasi, dapat diterapkan mahasiswa untuk mengembangkan ide dan kreatifitas. Tentunya mahasiswa harus mengembangkan ide awal dan kerangka inovasi menggunakan kecerdasan orisinal yang dimiliki sehingga berdampak pada peningkatan kreatifitas dan inovasi mahasiswa.

Baca juga : Dosen Prodi Sistem Informasi UBSI Kampus Solo Paparkan Riset Maturitas Industri 4.0 di Seminar Nasional INOVATIF 2026

Dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah maupun tugas akhir, mahasiswa dapat menggunakan aplikasi-aplikasi AI untuk mengumpulkan referensi-referensi sebanyak-banyaknya dengan mudah, melakukan sintesis, juga untuk memberikan masukan pada pengembangan tugas kuliah maupun tugas akhir.

Namun, mahasiswa harus tetap menjadi validator dari hasil pengumpulan referensi, sintesis, maupun masukan yang diberikan aplikasi AI. Hal tersebut selain dapat meningkatkan kecerdasan orisinal dan kreatifitas serta inovasi orisinal mahasiswa, juga dapat meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa terhadap hasil yang diberikan oleh aplikasi AI.

Peran Program Studi bidang Sistem Informasi dalam perkembangan AI

Program Studi Sistem Informasi merupakan salah satu bidang studi yang bersinggungan langsung dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya perkembangan AI menjadi salah satu fokus yang dipelajari di program studi ini. Beberapa matakuliah yang ada di program studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, memberikan pengetahuan tentang perkembangan AI. Namun, selain membahas tentang konsep AI dan perkembangannya, program studi Sistem Informasi juga berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan menggunakan aplikasi AI, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan aplikasi AI.

Oleh karena itu beberapa matakuliah pada program studi ini fokus pada analisis data sebagai dasar pengembangan aplikasi-aplikasi AI. Hal ini juga berdampak pada peningkatan kecerdasan orisinal mahasiswa melalui kemampuan menganalisis melalui suatu studi kasus, sehingga mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah, mengembangkan ide sebagai problem solving, serta menciptakan inovasi berupa aplikasi AI sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial yang semakin cepat dan pesat harus dihadapi secara bijak. Penggunaan aplikasi-aplikasi berbasis kecerdasan artifisial harus dapat meningkatkan kecerdasan orisinal bukan melemahkannya.

Ditulis oleh : Anik Andriani, Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Yogyakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.