Lakukan ‘Wudu Digital’, Dosen UBSI Ajak Saring Konten dan Jaga Niat di Media Sosial Selama Ramadhan

0 29

BSINews, Tasikmalaya — Bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritualitas dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Namun, dinamika yang terjadi di media sosial kerap justru mengganggu ketenangan batin. Fenomena pamer ibadah (riya), perdebatan sengit, hingga konsumsi konten negatif sering muncul di linimasa dan berpotensi mengalihkan fokus dari esensi ibadah di bulan suci.

Menanggapi fenomena tersebut, Bambang Kelana Simpony, dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, memperkenalkan sebuah konsep yang disebut “Wudu Digital.” Konsep ini merupakan ajakan bagi para pengguna media sosial untuk membersihkan ruang digital mereka agar tetap sehat, positif, dan selaras dengan nilai-nilai Ramadhan.

Konsep ‘Wudu Digital’ untuk Menjaga Kesehatan Ruang Digital

“Kita rajin membersihkan tubuh dengan wudu sebelum salat, tetapi sering lupa membersihkan ‘feed’ digital kita. Padahal, apa yang kita lihat dan baca di layar ponsel secara langsung memengaruhi pikiran serta perasaan kita. ‘Wudu Digital’ adalah serangkaian tindakan sadar untuk menyaring konten dan menjaga interaksi digital agar tetap positif,” jelas Bambang.

Menurutnya, algoritma media sosial bekerja layaknya cermin dari perilaku pengguna. Jika seseorang sering melihat atau berinteraksi dengan konten negatif, maka algoritma akan terus menyajikan konten serupa. Sebaliknya, jika pengguna aktif memilih konten yang edukatif dan inspiratif, maka ruang digital yang terbentuk juga akan menjadi lebih sehat dan mendukung aktivitas positif, termasuk dalam menjalankan ibadah.

Baca juga: Berbagi Sesama Insan Ramadhan 1447 H, UBSI Kampus Pontianak Siapkan Santunan hingga Workshop Digital Kreatif

Tiga Langkah Praktis Melakukan ‘Wudu Digital’

Untuk menerapkan konsep “Wudu Digital”, Bambang Kelana Simpony membagikan tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari:

1. Unfollow dan Mute (Bersihkan Sumber)
Lakukan audit terhadap akun yang diikuti. Unfollow atau mute akun yang sering memicu emosi negatif, iri hati, atau menampilkan konten yang tidak mendukung suasana Ramadhan.

2. Saring Kata Kunci (Cegah Sebelum Terjadi)
Manfaatkan fitur filter kata kunci yang tersedia di berbagai platform media sosial untuk menyaring kata-kata yang berpotensi memicu perdebatan atau memunculkan konten yang tidak pantas.

3. Lakukan “Cek Niat” Sebelum Posting (Jaga Integritas)
Sebelum mempublikasikan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: Apa niat dari postingan ini? Apakah untuk berbagi kebaikan, memberikan inspirasi, atau sekadar mencari pengakuan? Jika niatnya tidak tepat, lebih baik menahan diri untuk tidak mempostingnya.

Dorongan Literasi Digital dari UBSI

Bambang menegaskan bahwa konsep “Wudu Digital” bukan berarti meninggalkan media sosial, melainkan menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

“Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan kebaikan. Dengan menjaga kebersihan ruang digital, kita juga menjaga hati dan pikiran agar tetap fokus dalam beribadah serta meraih makna sejati dari bulan Ramadhan,” pungkasnya.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong literasi digital yang sehat dan beretika, agar mahasiswa maupun masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.

Oleh: Bambang Kelana Simpony, dosen UBSI Kampus Tasikmalaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.