Mahasiswa Wajib Tahu! Dosen UBSI Tekankan Pentingnya HAKI untuk Aplikasi Buatan Sendiri

0 51

BSINews — Di era digital yang semakin terbuka dan kompetitif, mahasiswa yang mengembangkan karya teknologi seperti aplikasi, sistem informasi, maupun perangkat lunak, perlu memahami bahwa melindungi hak cipta karyanya adalah langkah krusial. Salah satunya dengan mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) secara resmi.

Pentingnya HAKI untuk Aplikasi Buatan Sendiri

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, menyampaikan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum menyadari pentingnya perlindungan hukum terhadap karya digital yang mereka buat.

“Sudah banyak mahasiswa yang bisa membuat aplikasi keren, tapi sayangnya tidak melindungi karyanya. Akhirnya ketika ada yang meniru atau mengaku-aku, mereka tidak bisa berbuat apa-apa secara hukum,” jelas Bambang.

Menurutnya, HAKI bukan hanya dokumen formalitas, tetapi bentuk pengakuan negara atas hak cipta karya yang sah milik seseorang. Dengan HAKI, mahasiswa bisa menunjukkan bukti kepemilikan saat ingin bekerja sama dengan startup, pitching ke investor, atau mengikuti lomba pengembangan aplikasi.

UBSI kampus Tasikmalaya sendiri telah mendorong mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya inovatif, termasuk melalui proyek tugas akhir, hackathon, dan program kewirausahaan digital. Kampus juga memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran HAKI, baik untuk karya aplikasi maupun produk lainnya.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta. Dan pencipta harus tahu cara melindungi haknya,” tambah Bambang.

Baca juga: Dosen UBSI: Talenta Adaptif Jadi Kunci Bertahan di Tengah Gempuran AI

UBSI kampus Tasikmalaya, sebagai kampus teknologi dengan biaya kuliah yang terjangkau, terus menanamkan nilai inovasi yang bertanggung jawab dan profesionalisme digital kepada mahasiswanya.

“Kita tidak hanya membekali mahasiswa dengan coding skill, tapi juga dengan wawasan hukum dan etika teknologi. Karena masa depan dunia kerja butuh kreator yang cerdas dan terlindungi,” tutup Bambang.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.