Perang Dagang Memanas, Manajemen dan Akuntansi Jadi Jurusan Andalan Hadapi Krisis

0 433

BSINews, Jakarta – Ketegangan perdagangan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok kembali jadi sorotan dunia. Perang dagang ini bukan cuma soal tarif dan ekspor-impor, tapi juga menyeret dampak luas ke berbagai sektor mulai dari industri, perdagangan, hingga keuangan global.

Indonesia pun tak lepas dari efeknya. Naik-turunnya nilai tukar rupiah, fluktuasi harga barang impor, hingga tekanan terhadap UMKM jadi realita yang dihadapi banyak pelaku usaha. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini, kebutuhan akan SDM yang paham manajemen dan akuntansi menjadi semakin krusial.

Perang Dagang Butuh Pemahaman Ekonomi Global

Ricki Sastra, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan tersebut.

“Perang dagang menunjukkan betapa pentingnya pemahaman ekonomi global. Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI menekankan pembelajaran yang aplikatif. Mahasiswa manajemen dan akuntansi kami dilatih untuk adaptif dan siap terjun ke dunia kerja yang dinamis,” ungkap Ricki.

Melalui Program Studi Manajemen dan Akuntansi, UBSI membekali mahasiswa dengan keterampilan strategis seperti perencanaan bisnis, pengambilan keputusan, pengelolaan keuangan, hingga pelaporan berbasis sistem digital. Tak hanya teori, mahasiswa juga ditantang lewat tugas proyek, studi kasus, dan kegiatan kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan industri.

Baca juga : Fenomena Judi Online Mengintai Mahasiswa: Di Balik Game, Ada Jebakan Nyata

“Manajemen dan Akuntansi bukan sekadar jurusan, tapi fondasi penting untuk menghadapi krisis ekonomi global,” tambah Ricki.

UBSI percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Maka, bagi generasi muda yang ingin berperan aktif di tengah gejolak ekonomi dunia, memilih jurusan yang tepat adalah langkah awal yang menentukan.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.