Ramadhan 1447 H: Semangat Berbagi dan Refleksi Perjalanan UBSI
BSINews, Jakarta — Tanggal 3 Maret menjadi momen yang memiliki makna tersendiri bagi civitas akademik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Setiap tahunnya, tanggal ini menjadi penanda perjalanan panjang yang telah dilalui hingga saat ini.
Perjalanan tersebut bukanlah proses yang singkat. Sejak awal berdiri pada 3 Maret 1988 sebagai lembaga kursus komputer, hingga resmi menjadi universitas pada tahun 2018, UBSI telah melalui berbagai fase perkembangan. Selama 38 tahun, perjalanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan pendidikan yang dapat diakses masyarakat luas dengan tetap mengutamakan kualitas.
Pada tahun 2026, peringatan tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 H, bulan yang penuh makna bagi masyarakat Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan yang telah dilalui.
Tema “Dengan Ilmu Hidup Jadi Lebih Mudah” yang diangkat dalam peringatan milad ke-38 menjadi pengingat akan peran pendidikan dalam kehidupan. Tema ini sekaligus mencerminkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui serta komitmen untuk terus memberikan kontribusi di bidang pendidikan.
Ramadhan sebagai Ruang Berbagi dan Refleksi
Setiap bulan Ramadhan, UBSI secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan civitas akademik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Program berbagi yang dilakukan mencakup pembagian nasi box untuk berbuka puasa di berbagai titik kampus, kegiatan berbagi ilmu, serta santunan bagi anak yatim dan dhuafa. Aktivitas ini tidak hanya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan nilai empati dan kebersamaan di lingkungan kampus.
Baca juga: Prodi Manajemen UBSI: Strategi Cerdas Raih Posisi Supervisor Sejak Lulus
Melalui kegiatan tersebut, semangat berbagi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari budaya yang terus dibangun. Nilai inilah yang memperkuat peran kampus tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.
Pada akhirnya, peringatan milad yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ini menjadi momen refleksi. Bukan hanya tentang perjalanan panjang yang telah dilalui, tetapi juga tentang komitmen untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas akses bagi masyarakat.
Baca juga: Kuliah Pariwisata di Era Digital: Peluang Karier, Skill yang Dibutuhkan, dan Prospeknya ditahun 2026
Semangat berbagi yang dihadirkan menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang ilmu, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Dari sinilah harapan untuk terus melangkah ke depan dibangun, seiring dengan upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.