Soft Skill Paling Dibutuhkan Industri Teknologi Saat Ini? Jawabannya Bukan “Komunikasi”

0 12

BSINews, Tasikmalaya — Hampir setiap lowongan kerja di bidang teknologi selalu mencantumkan satu syarat yang sama: kemampuan komunikasi yang baik. Kalimat ini terdengar ideal, aman, dan sulit dibantah. Namun justru di situlah masalahnya.

Soft Skill Paling Dibutuhkan Industri Teknologi Saat Ini? Jawabannya Bukan “Komunikasi”

Menurut Bambang Kelana Simpony, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif  istilah komunikasi telah menjadi terlalu umum—bahkan menutupi soft skill yang sebenarnya paling langka, paling krusial, dan paling mahal di industri teknologi saat ini.

“Jika Anda bertanya kepada 100 pelamar, 99 di antaranya akan mengatakan bahwa mereka punya kemampuan komunikasi yang baik. Tapi di lapangan, banyak proyek teknologi gagal bukan karena kodenya buruk, melainkan karena tim teknis dan tim bisnis tidak pernah benar-benar saling memahami,” ujar Bambang.

Ia menegaskan bahwa industri teknologi hari ini tidak kekurangan orang pintar secara teknis. Yang justru langka adalah individu yang mampu menjembatani kecerdasan teknis dengan kebutuhan bisnis secara konkret.

Bukan Sekadar Bicara, tapi Menerjemahkan Nilai

Menurut Bambang, soft skill paling dibutuhkan saat ini bukanlah komunikasi dalam arti umum, melainkan kemampuan menerjemahkan ide teknis menjadi nilai bisnis yang mudah dipahami dan relevan bagi pengambil keputusan.

Inilah keterampilan yang sering luput diajarkan: kemampuan menjadi jembatan antara dunia teknis dan dunia strategis. Antara programmer dan manajemen. Antara algoritma dan keputusan bisnis.

Bambang menyebut keterampilan ini sebagai kemampuan berbicara dalam dua bahasa sekaligus: bahasa kode dan bahasa ROI (Return on Investment). Mereka yang menguasainya mampu menjelaskan kompleksitas teknologi kepada tim non-teknis tanpa menyederhanakan secara keliru, sekaligus menerjemahkan target bisnis ke dalam kebutuhan teknis yang realistis.

Soft Skill yang Menentukan Nilai Seorang Profesional

Dalam praktik industri, peran seperti ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proyek. Seseorang yang mampu menjelaskan mengapa sebuah teknologi penting bukan hanya bagaimana cara kerjanya akan menjadi penghubung strategis di dalam organisasi.

Inilah alasan mengapa, menurutnya, pendidikan teknologi harus berevolusi. Tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga individu yang memahami konteks, dampak, dan nilai dari teknologi yang mereka bangun.

Baca Juga : Peran Kecerdasan Buatan di Era Revolusi Industri 5.0 dan Relevansinya bagi Informatika UBSI Kampus Bogor

Kampus sebagai Ruang Latihan Dunia Nyata

Di Universitas BSI, pendekatan ini mulai dibangun sejak dini. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat sistem, tetapi juga dilatih menjelaskan, mempertanggungjawabkan, dan mempresentasikan nilai dari solusi yang mereka kembangkan. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.