Targetkan Solusi Nyata untuk Masyarakat, UBSI Kampus Pontianak Dorong Kolaborasi Riset dan Pengabdian

0 123

BSINews, Pontianak — Upaya memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) terus digencarkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak. Melalui inisiatif yang digawangi oleh Latifah selaku Koordinator LPPM mendorong keterlibatan aktif para dosen dalam riset kolaboratif sebagai jawaban atas tantangan sosial, industri, dan pendidikan di era digital.

Ia mengatakan kolaborasi riset diyakini sebagai strategi kunci dalam menciptakan inovasi berdampak dan memperkuat posisi kampus di kancah nasional maupun internasional.

“Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Pontianak memiliki tanggung jawab untuk hadir dengan solusi nyata. Riset dan PkM harus menjadi sarana kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Latifah.

LPPM UBSI Kampus Pontianak Dorong Kolaborasi Riset dan Pengabdian

Langkah konkret LPPM UBSI Kampus Pontianak diawali dengan penyusunan roadmap riset kolaboratif lima tahun ke depan, berfokus pada tiga bidang utama: teknologi tepat guna untuk UMKM, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta solusi digital untuk isu sosial-ekonomi di Kalimantan Barat.

Program ini akan didukung oleh berbagai fasilitas seperti pelatihan penyusunan proposal, workshop metodologi, sistem informasi kolaborasi riset berbasis digital, dan insentif publikasi. Selain itu, kelompok riset interdisipliner juga mulai dibentuk untuk mendorong kerja sama lintas keilmuan.

“Kami juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, industri, pemerintah, dan masyarakat, sejalan dengan konsep pentahelix yang diusung Kemendikbudristek,” tambah Latifah.

Baca juga : Cuma Butuh 5 Detik! Cara Cepat Akses Ribuan Buku di elibrary.bsi.ac.id

Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah dosen, tetapi juga memperkuat peran UBSI kampus Pontianak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Barat.

Di akhir pernyataannya, Latifah mengajak seluruh civitas akademika untuk ikut serta. “Budaya riset kolaboratif adalah fondasi penting. Bersama, kita bisa menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.