6 Tipe Penulis Jurnal Ilmiah Saat Bosan, Kamu Termasuk yang Mana?

0 24

BSINews — Menulis jurnal ilmiah bukan pekerjaan yang mudah. Prosesnya panjang, melelahkan, dan penuh detail. Tak jarang, rasa bosan datang di tengah perjalanan penulisan. Menariknya, setiap penulis punya cara unik mengatasi kebosanan ini. Berdasarkan unggahan Literasi Sains Indonesia, ada enam tipe penulis jurnal ketika rasa bosan melanda.

Saat Bosan Menyerang, Ini Gaya Penulis Jurnal Menghadapinya

1. Si Tukang Ngedit Judul

Alih-alih melanjutkan isi jurnal, tipe ini justru sibuk mengubah judul berkali-kali agar terdengar lebih keren. Mereka sering merasa judul harus “sempurna” dulu sebelum menulis, padahal fokus seharusnya pada isi.

2. Si Pemburu Referensi Sampai Lupa Nulis

Niatnya mencari literatur pendukung, tapi malah asyik membaca referensi tanpa menulis satu paragraf pun. Tipe ini sering terjebak di dunia jurnal lain dan artikel ilmiah yang menarik, hingga waktu menulis habis hanya untuk membaca.

3. Si Tukang Ganti Font & Spasi

Terlalu fokus pada tampilan naskah — dari ukuran font, jenis huruf, sampai jarak spasi — padahal konten belum selesai. Mereka percaya tampilan yang rapi bisa memotivasi menulis, tapi sering kali mengorbankan progres nyata.

4. Si Penunda Terhormat

Lebih memilih menunda pekerjaan dengan berbagai alasan “rasional” meski deadline semakin dekat. Mereka sering menunggu “mood” atau merasa menulis besok lebih produktif, padahal waktu terus berjalan. Penundaan ini membuat tekanan menjelang deadline semakin besar dan menambah stres.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum dalam Pengajuan Jurnal Ilmiah dan Cara Mengatasinya

5. Si Overthinking Reviewer

Kebanyakan mikir bagaimana komentar reviewer nantinya, sampai-sampai menulis jadi tertunda. Tipe ini terlalu fokus pada kemungkinan kritik dan saran, sehingga kehilangan momentum menulis. Padahal, menulis dulu baru memperbaiki setelah mendapat masukan jauh lebih efektif.

6. Si Ngonten Dulu Aja

Saat bosan, tipe ini langsung beralih membuat konten media sosial daripada melanjutkan naskah jurnal. Mereka mudah terdistraksi oleh hal-hal menyenangkan dan instan, sehingga jurnal ilmiah sering tertunda.

Meski terkesan lucu, kebiasaan-kebiasaan ini bisa membuat proses penulisan jurnal memakan waktu lama. Mengetahui tipe diri sendiri bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki produktivitas. Penulis tidak hanya menyelesaikan naskah tepat waktu, tetapi juga bisa menjaga kualitas tulisan dan tetap menikmati proses penelitian.(Tiara Sari

Leave A Reply

Your email address will not be published.