Dosen Universitas BSI Kampus Tasikmalaya: Mengajar di Era TikTok, Perlu Cara Baru Hadapi Generasi Serba Singkat

0 13

BSINews — Perubahan cara belajar generasi muda, terutama mahasiswa, kini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Hal ini disampaikan oleh Bambang Kelana Simpony, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, yang menyoroti fenomena pembelajaran di era dominasi konten digital singkat seperti TikTok, Reels, dan Shorts.

Mengajar di Era TikTok, Perlu Cara Baru Hadapi Generasi Serba Singkat

“Mahasiswa saat ini tumbuh dalam ekosistem informasi yang serba cepat, visual, dan ringkas. Ini memengaruhi cara mereka menyerap informasi, bahkan dalam ruang kuliah,” ungkap Bambang.

Menurutnya, dosen tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode ceramah panjang seperti dulu. Perlu pendekatan baru yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan gaya belajar digital mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa platform seperti TikTok tidak hanya membentuk pola konsumsi konten, tetapi juga ekspektasi terhadap pembelajaran. Mahasiswa cenderung lebih mudah menangkap materi yang disajikan dalam bentuk video singkat, infografis, atau diskusi langsung yang padat dan menarik.

“Durasi perhatian mereka memendek. Maka, sebagai dosen, kita harus mampu merancang materi pembelajaran yang tetap substantif tapi tidak membosankan,” tambahnya.

Baca juga: Kuliah vs Konten: Dosen UBSI Bahas Tantangan Mahasiswa di Era Kreator Digital

Namun, Bambang menekankan bahwa mengikuti gaya digital mahasiswa bukan berarti mengurangi kualitas akademik.

“Tantangannya justru bagaimana menyampaikan materi yang kompleks dengan cara yang sederhana tapi tidak dangkal,” ujarnya.

Ia sendiri mulai menerapkan microlearning, storytelling, dan integrasi media visual dalam proses mengajar untuk menjaga keterlibatan mahasiswa.

Universitas BSI Kampus Tasikmalaya terus mendorong inovasi pengajaran berbasis teknologi digital. Dosen didorong untuk memanfaatkan platform e-learning, video kreatif, dan media sosial sebagai bagian dari ekosistem belajar.

“Selama kita mau beradaptasi, perubahan ini bisa menjadi peluang, bukan ancaman,” kata Bambang.

Melalui opininya, ia mengajak sesama pendidik untuk tidak memandang perubahan sebagai hambatan.

“Generasi hari ini memang belajar dengan cara yang berbeda. Maka, kita pun harus mengajar dengan cara yang berbeda,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.