Gali Wawasan Global, Mahasiswa UBSI Pelajari Peran Diplomatik Australia dari Dalam Kedutaan
BSINews, Jakarta — Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat kompetensi global mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Kedutaan Besar Australia pada Selasa, (22/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Academic Visit at the Embassy of Canada and Australia” yang ditujukan kepada mahasiswa semester akhir untuk memperluas wawasan internasional.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Jelajahi Diplomasi Kanada: Bahas Budaya Multikultural hingga Peluang Beasiswa
Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswa menjangkau pengalaman global sejak di bangku kuliah. Mahasiswa disambut hangat oleh perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, yakni Rifa Fatharani, Marie Purba, dan Amanda Panayotou. Dalam sesi diskusi, para diplomat memaparkan secara mendalam tentang peran Australia dalam komunikasi diplomatik, keterlibatan global, serta strategi menjalin hubungan bilateral, termasuk dengan Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik.
Para mahasiswa juga diperkenalkan pada nilai-nilai dasar yang membentuk pendekatan lintas budaya dalam kebijakan luar negeri Australia. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun penuh wawasan, memungkinkan mahasiswa untuk aktif bertanya, sekaligus memahami bagaimana komunikasi diplomasi modern dijalankan dalam konteks kerja sama internasional.
Mengusung tema “Exploring the Diplomatic Communication and Cross-Cultural Exchange: A Closer Look at Australia’s Role in Global Engagement”, kegiatan ini bertujuan menanamkan perspektif global serta memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami dinamika hubungan antarnegara.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Sastra Inggris UBSI, Agus Priadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi Prodi untuk menciptakan lulusan yang memiliki orientasi internasional. “Kami ingin mahasiswa terbiasa berpikir global dan mampu membaca arah perubahan dunia. Dengan berinteraksi langsung bersama para diplomat, mereka tidak hanya mendapat informasi, tapi juga inspirasi dan motivasi untuk berkontribusi di ranah global,” ujar Agus.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga termotivasi untuk mengeksplorasi peluang studi lanjut, program beasiswa, dan karier internasional di masa depan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata UBSI dalam membentuk lulusan yang adaptif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja lintas negara. (Yusna)