Public Speaking Jadi Soft Skill Wajib Mahasiswa di Era AI, Ini Alasannya!

0 8

BSINews – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara dunia pendidikan dan industri bekerja. Berbagai aktivitas administratif kini dapat diselesaikan secara otomatis oleh teknologi, mulai dari pengolahan data, pembuatan laporan, hingga penyusunan dokumen. Namun, di tengah pesatnya perkembangan tersebut, ada satu kemampuan yang justru semakin bernilai dan sulit digantikan oleh mesin, yaitu public speaking.

Kemampuan berbicara di depan umum kini tidak lagi identik dengan profesi seperti pembawa acara, penyiar, atau motivator. Hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan individu yang mampu menyampaikan ide, mempresentasikan solusi, berdiskusi, hingga membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, public speaking menjadi salah satu soft skill yang wajib dimiliki mahasiswa agar siap menghadapi persaingan di era digital.

AI Mampu Mengolah Data, tetapi Manusia Tetap Memimpin Komunikasi

Kecerdasan buatan memang mampu menganalisis data dan menghasilkan informasi dalam waktu singkat. Namun, AI belum mampu menggantikan kemampuan manusia dalam membangun hubungan, memahami emosi, melakukan negosiasi, serta menginspirasi orang lain melalui komunikasi yang efektif.

Dalam dunia kerja, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan tim dalam menyampaikan gagasan dan berkolaborasi. Seorang profesional harus mampu mempresentasikan hasil pekerjaan kepada pimpinan, menjelaskan solusi kepada klien, berdiskusi dengan rekan kerja, hingga memberikan rekomendasi kepada berbagai pemangku kepentingan. Inilah alasan mengapa kemampuan public speaking menjadi salah satu kompetensi yang semakin dicari perusahaan.

Public Speaking Mendukung Karier di Berbagai Bidang

Kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya penting bagi profesi yang berkaitan langsung dengan komunikasi. Di bidang teknologi pun, keterampilan ini memiliki peran yang sangat besar. Seorang Software Developer perlu mempresentasikan aplikasi yang dikembangkan kepada pengguna, Data Analyst harus mampu menjelaskan hasil analisis agar mudah dipahami manajemen, sementara AI Engineer dituntut menjelaskan solusi berbasis kecerdasan buatan kepada klien maupun tim bisnis. Begitu pula Cyber Security Analyst yang harus mampu memberikan edukasi mengenai keamanan digital kepada organisasi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi teknis akan memberikan nilai lebih apabila didukung oleh kemampuan komunikasi yang baik.

Dunia Kerja Membutuhkan Lulusan yang Komunikatif

Saat ini perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang menguasai teknologi, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama dalam tim, memimpin diskusi, berpikir kritis, serta menyampaikan ide secara sistematis.

Dalam proses rekrutmen, kemampuan komunikasi sering menjadi salah satu aspek penilaian, baik melalui wawancara, presentasi, maupun diskusi kelompok. Tidak sedikit lulusan yang memiliki kemampuan teknis tinggi, tetapi kehilangan peluang karena kurang percaya diri ketika menyampaikan pendapat. Oleh sebab itu, pengembangan public speaking perlu menjadi bagian penting dari proses pembelajaran selama menempuh pendidikan tinggi.

UBSI Kampus Bogor Kembangkan Soft Skill Mahasiswa

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor sebagai Kampus Digital Kreatif dengan akreditasi Unggul, menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pengembangan soft skill yang dibutuhkan dunia industri.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dibiasakan mengikuti presentasi, diskusi, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), seminar, hingga kegiatan organisasi yang melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa lebih percaya diri dalam berbicara di depan audiens, mempertahankan argumentasi, serta menyampaikan solusi terhadap berbagai permasalahan.

Pada Program Studi Informatika, mahasiswa tidak hanya mempelajari pemrograman, kecerdasan buatan, dan pengembangan perangkat lunak, tetapi juga terbiasa mempresentasikan hasil proyek sebagai bekal berkarier sebagai AI Engineer, Software Developer, maupun Data Scientist. Di Program Studi Sistem Informasi, mahasiswa dilatih menyampaikan hasil analisis bisnis dan data secara efektif untuk mendukung profesi sebagai Data Analyst, IT Business Analyst, Database Administrator, maupun Program Analyst.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi dibekali kemampuan menjelaskan konsep infrastruktur teknologi dan keamanan siber kepada berbagai pihak, kompetensi yang penting bagi Cyber Security Analyst, System Administrator, dan Object-Oriented Programmer. Adapun mahasiswa Program Studi Akuntansi Plus, yang menawarkan keunggulan dua ijazah sekaligus (S1 dan D3), juga dilatih mempresentasikan laporan keuangan, analisis bisnis, dan rekomendasi kepada manajemen sehingga lebih siap memasuki dunia profesional.

Organisasi dan Seminar Jadi Tempat Berlatih Public Speaking

Kemampuan public speaking juga dapat diasah melalui organisasi kemahasiswaan, seminar, kompetisi, kepanitiaan, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman menjadi moderator, memimpin rapat, menyampaikan presentasi, atau berbicara di depan peserta akan membantu mahasiswa meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan berkomunikasi secara bertahap. Semakin sering seseorang berlatih, semakin baik pula kemampuan public speaking yang dimilikinya.

Public Speaking Tetap Menjadi Kunci di Era AI

Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kemampuan teknis memang menjadi kebutuhan utama. Namun, kemampuan tersebut akan semakin bernilai apabila didukung oleh soft skill yang kuat, terutama public speaking. Perusahaan membutuhkan individu yang mampu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan manusia, menjelaskan solusi secara efektif, serta membangun kolaborasi dalam tim.

Baca juga : BSI Digination 2026: UBSI Berikan Penghargaan untuk Penggerak Literasi Public Speaking

Melalui kurikulum berbasis OBE, pembelajaran aktif, dan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan soft skill, UBSI kampus Bogor terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang menjadi bekal penting untuk membangun karier di era digital.

Pada akhirnya, di era AI, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh seberapa mahir menggunakan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menyampaikan ide, memengaruhi orang lain, dan membangun kolaborasi. Public speaking bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan salah satu kompetensi utama untuk meraih kesuksesan di dunia profesional. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.