Solo dalam Genggaman: Gamifikasi sebagai Kunci Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan

0 37

BSINews — Solo, kota yang selalu berhasil memikat hati. Bukan hanya karena warisan budayanya yang adiluhung, keramahan warganya yang tulus, atau jejak sejarah yang terasa di setiap sudutnya, tetapi juga karena kemampuannya untuk terus beradaptasi. Di era digital yang serba cepat ini, cara kita menikmati perjalanan wisata pun telah berevolusi. Bukan lagi sekadar mencari pemandangan indah, melainkan pengalaman yang interaktif, bermakna, dan tentunya, menyenangkan.

Gamifikasi sebagai Kunci Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan

Di sinilah gamifikasi hadir sebagai jawaban. Lebih dari sekadar menambahkan unsur permainan dalam konteks non-game, gamifikasi adalah sebuah strategi cerdas untuk membangkitkan keterlibatan, memicu motivasi, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih dalam. Bayangkan, para pelancong tiba di Solo, lalu membuka aplikasi wisata yang menantang mereka untuk menyelesaikan serangkaian misi seru. Kuis tentang sejarah Keraton yang megah, penjelajahan Kampung Batik Laweyan untuk menguak motif-motif tersembunyi, atau perburuan kuliner khas di pasar tradisional yang menggugah selera. Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan memberikan poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah menarik atau potongan harga di toko-toko UMKM lokal. Bukankah ini akan mengubah pengalaman wisata menjadi petualangan yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat?

Konsep ini selaras dengan visi smart tourism, di mana teknologi hadir bukan untuk menggantikan sentuhan manusiawi, melainkan untuk memperkaya dan memperluas pengalaman wisata itu sendiri. Saya melihat Solo memiliki potensi yang luar biasa untuk mengadopsi pendekatan ini, berkat fondasi budaya yang kokoh, komunitas kreatif yang dinamis, dan dukungan akademis yang terus berkembang. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, turut mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi ini.

Melalui berbagai riset dan program pengabdian masyarakat, kami di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, berupaya untuk memperkenalkan ide ini kepada masyarakat luas dan pemerintah daerah. Tujuan kami sederhana: agar setiap kunjungan ke Solo bukan hanya tentang mengabadikan momen dalam foto, tetapi tentang berinteraksi, belajar, dan menciptakan kenangan melalui pengalaman digital yang imersif.

Baca juga: Jumat Sehat UBSI Kampus Solo: Wujud Semangat Baru Lewat Senam Massal Bersama Civitas Akademika

Gamifikasi juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan warisan budaya. Anak-anak muda yang tumbuh besar dengan gawai di tangan dapat mengenal sejarah dan nilai-nilai luhur melalui mekanisme permainan yang familiar. Dengan demikian, pariwisata tidak lagi hanya menjadi destinasi semata, tetapi juga ruang pembelajaran dan pelestarian budaya yang hidup dan relevan.

Solo memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pelopor kota wisata berbasis gamifikasi di Indonesia. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama mendorong pariwisata Solo agar tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati dan menggerakkan jiwa. Karena, seperti halnya permainan yang baik, pengalaman wisata yang dirancang dengan cermat akan selalu meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Oleh: Candra Agustina, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo

Leave A Reply

Your email address will not be published.