Tak Ada Ujian yang Biasa-Biasa Saja
BSINews, Solo – Wisuda bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga saksi bisu dari berbagai tantangan yang telah dilalui mahasiswa di setiap jenjang pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Candra Agustina, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, dalam sebuah refleksi menyentuh tentang perjalanan pendidikan dan proses bertumbuh melalui ujian kehidupan.
Menurut Candra, setiap fase pendidikan memiliki tantangan tersendiri—dari anak taman kanak-kanak yang gelisah karena diminta menyanyi, hingga mahasiswa doktoral yang dihadapkan pada ujian disertasi yang menguji mental dan keyakinan diri. “Tak ada satu pun fase yang benar-benar mudah. Semua terasa berat saat sedang dijalani,” ungkapnya.
Pengalaman pribadi ini turut ia amati pada mahasiswa UBSI kampus Solo. Ia menyebut, mahasiswa saat ini menghadapi banyak tekanan, mulai dari tugas akhir, presentasi proyek, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Namun di balik kegugupan itu, selalu ada momen pertumbuhan yang signifikan. “Yang luar biasa, setelah semua itu mereka lalui, mereka sering berkata, ‘Oh, ternyata cuma begitu.’ Bukan karena ujiannya mudah, tapi karena mereka sudah tumbuh,” jelas Candra.
Ia menekankan pentingnya empati dari para pendidik dan orang tua terhadap rasa takut dan cemas yang dihadapi pelajar. “Tak bijak jika kita meremehkan ketakutan seseorang hanya karena menurut kita itu sepele. Bisa jadi, itulah tantangan terbesar mereka saat ini,” tambahnya.
Sebagai dosen, Candra berharap masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, dapat lebih memahami bahwa ujian tidak hanya soal nilai, tetapi juga proses pembentukan karakter dan ketangguhan. “Untuk para pelajar, tidak apa-apa merasa takut. Itu bukan kelemahan, melainkan tanda bahwa kamu sedang bertumbuh,” pungkasnya. (ichsani)