Anak-anak Asrama Belajar Kenali Emosi, Seminar Edukatif Ini Jadi Ruang Tumbuh Karakter Positif
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk seminar “Edukasi Mengenal dan Mengelola Emosi” di Asrama Asuh Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Yatim Dhuafa Pesanggrahan, Jumat (1/5). Kegiatan ini diikuti anak-anak asrama usia 12 hingga 17 tahun dengan penuh antusias.
Seminar tersebut bertujuan membantu anak-anak memahami pentingnya mengenali dan mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengelola emosi dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter, hubungan sosial, hingga kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
Melalui pendekatan interaktif, peserta diajak memahami cara mengelola perasaan dan membangun kemampuan sosial sejak dini
Perwakilan pengelola asrama, Romlah, menyampaikan bahwa masih banyak anak yang mengalami kesulitan dalam membedakan dan mengekspresikan emosi secara tepat. Kondisi tersebut kerap memengaruhi perilaku dan komunikasi anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang kami lebih banyak tidak memahami mengenai emosi dan cara mengelolanya. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak bisa lebih memahami pengelolaan emosi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan rilis Jumat (1/5).
Baca juga: Melek HAM Sejak Sekolah! Mahasiswa UBSI Kampus BSD Edukasi Siswa SMKN 2 Tangsel
Kegiatan menghadirkan dosen UBSI, Kemal Al Kindi Mulya, sebagai narasumber utama bersama Hj Lydia Hardiani yang turut memberikan pendampingan dan edukasi kepada peserta. Dalam pemaparannya, Kemal menjelaskan pentingnya pengelolaan emosi sebagai bekal pembentukan karakter anak sejak dini.
“Kawan-kawan, mengelola emosi merupakan investasi penting bagi masa depan anak, bukan hanya dalam perilaku sehari-hari tetapi juga dalam membangun kemampuan sosial yang baik,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik dan diskusi interaktif mengenai cara mengenali perasaan marah, sedih, kecewa, hingga cara mengekspresikannya secara positif. Suasana seminar berlangsung hangat dan komunikatif, terlihat dari antusiasme peserta saat mengikuti arahan narasumber.
Di akhir kegiatan, Hj Lydia Hardiani berharap edukasi semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi perkembangan anak-anak di lingkungan asrama.
“Melalui kegiatan ini, UBSI berharap edukasi mengenai pengelolaan emosi dapat membantu anak-anak membangun karakter yang lebih baik, meningkatkan kemampuan sosial, serta menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang,” tutupnya.(Niken)