Beda Bukan Pemisah! Mahasiswa UBSI Tanamkan Toleransi ke Siswa Serpong
BSINews, Tangerang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Tangerang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Bersatu dalam Perbedaan: Membangun Kerukunan melalui Toleransi Beragama” di SMKS-TI PGRI 11 Serpong. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (23/4) sebagai upaya menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda di tengah keberagaman.
Dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan menjadi hal yang sangat penting, khususnya dalam konteks keberagaman agama. Oleh karena itu, kegiatan ini hadir untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Lewat Edukasi Interaktif, Generasi Muda Diajak Pahami Makna Hidup Rukun di Tengah Perbedaan
Kegiatan ini dipimpin oleh Muhamad Fadli Pratama sebagai ketua pelaksana, dengan materi yang disampaikan oleh Hazrad Ayesha S. H dan Zaskia Metiaman. Selain itu, kegiatan juga didukung oleh Narindri Utami Putri sebagai moderator, Shayla Diandra Agita dan Hafifah Febiani sebagai pembimbing kuis, serta tim dokumentasi Bagas Ananada Purend dan Maulana Yusuf. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan antusias oleh para siswa yang terlibat aktif dalam setiap sesi.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, serta berbagi pengalaman mengenai keberagaman yang ada di lingkungan sekitar. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
Baca juga: Dari Panggung Silat ke Panggung Digital, UBSI Dorong Pesilat Bangun Personal Branding
Ketua pelaksana, Muhamad Fadli Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya sikap toleransi sejak dini.
“Kami ingin siswa memahami bahwa perbedaan agama bukanlah sesuatu yang memisahkan, melainkan hal yang harus dihargai agar tercipta kehidupan yang damai dan saling menghormati,” ujarnya dalam keterangan rilis Kamis (23/4).
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk berdiskusi secara terbuka mengenai pengalaman mereka dalam menghadapi keberagaman. Hal ini menciptakan suasana belajar yang komunikatif sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai persatuan.
Di akhir kegiatan, Fadli juga kembali menyampaikan harapannya agar nilai-nilai yang telah diberikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa dapat menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kedamaian,” tutupnya. (Niken)