Belajar Sambil Bermain: Mengasah Kreativitas Anak dengan Scratch di Rumah Pintar Punggur Cerdas

0 110

BSINews, Pontianak — Dalam upaya mendukung pengembangan kreativitas anak-anak melalui teknologi, tim pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melaksanakan kegiatan bertema “Belajar Sambil Bermain: Membuat Game Interaktif dengan Scratch” di Rumah Pintar Punggur Cerdas, yang berlokasi di Jl. Parit Tembakul, Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Reza Maulana bersama anggota tim, yaitu Muhammad Fahmi Julianto, Muhammad Iqbal, dan Destiana Putri. Dalam acara yang berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2024 ini, turut hadir mahasiswa Abdul Gani, Burhanudin, dan Nadiya Fithriani yang berperan aktif dalam mendampingi peserta.

Mengasah Kreativitas Anak dengan Scratch di Rumah Pintar Punggur Cerdas

Acara ini dipandu oleh Moderator Nadiya Fithriani dan dilanjutkan pemberian materi oleh pembicara Muhammad Iqbal yang membimbing anak-anak dalam mengenal dan menggunakan aplikasi Scratch untuk membuat game interaktif sederhana. Anak-anak diajak belajar konsep-konsep dasar pemrograman dengan cara yang menyenangkan, melalui kegiatan bermain dan praktek langsung membuat karakter dan alur permainan.

Menurut Reza Maulana selaku Ketua Tim, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia pemrograman kepada anak-anak sejak dini, sehingga mereka bisa mengembangkan kreativitas dan keterampilan teknologi yang dapat berguna di masa depan.

β€œMelalui metode belajar sambil bermain, kami berharap anak-anak dapat lebih antusias dalam mempelajari teknologi dan mampu berpikir logis serta kreatif,” ujarnya.

Baca juga :Β Tim Dosen Universitas BSI Pontianak Tingkatkan Computational Thinking Anak-Anak di Rumah Pintar Punggur Cerdas Melalui Unplugged Coding

Partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan ini menunjukkan minat yang besar dalam mempelajari hal-hal baru. Selain itu, keberadaan Rumah Pintar Punggur Cerdas sebagai pusat kegiatan pendidikan informal menjadi sarana yang ideal bagi masyarakat untuk mengakses ilmu dan keterampilan baru.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk program-program edukasi lanjutan di bidang teknologi, sehingga mampu menumbuhkan minat generasi muda di Kabupaten Kubu Raya dalam bidang teknologi informasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.