Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa BSI Explore 2026 Ajak Siswa Berani Saling Menghargai

0 132

BSINews, Kubu Raya Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dapat dimulai dari keberanian untuk saling menghargai. Pesan tersebut disampaikan mahasiswa BSI Explore 2026 saat menggelar edukasi anti-perundungan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Terentang pada Selasa (18/8).

Membuka Ruang Bicara tentang Bullying

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai dampak perundungan dan pentingnya membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Diskusi interaktif menjadi ruang bagi siswa untuk memahami bahwa tindakan bullying dapat berdampak pada orang lain maupun suasana belajar di sekolah.

Salah satu pemateri, Alam Nasra, mengatakan edukasi anti-bullying penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman mengenai bagaimana memperlakukan teman dengan baik serta menyikapi tindakan perundungan.

Baca juga: Tembus Top 50 GSA 2026, Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Dapat Kesempatan Office Tour ke Google

“Bullying bukan hal yang bisa dianggap sepele. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Dari sini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih peduli dan saling menghargai,” ujar Alam.

Dari pihak sekolah, guru SDN 19 Terentang, Mirna, mengapresiasi edukasi yang diberikan kepada siswa. Menurutnya, pembahasan mengenai perundungan relevan dengan keseharian siswa sehingga dapat membantu mereka memahami pentingnya menjaga sikap dan hubungan dengan teman.

“Kegiatan seperti ini bagus untuk anak-anak karena mereka bisa mendapatkan pemahaman tentang bullying dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Harapannya, siswa semakin mengerti pentingnya saling menghargai dan menjaga pertemanan di sekolah,” ungkap Mirna.

Baca juga: Sambut Mahasiswa Baru 2026, ORMIK UBSI Kampus Jatiwaringin Hadirkan Semangat Bright, Spirit and Initiative

Dari Edukasi ke Ruang Kebersamaan

Pesan tentang saling menghargai yang dibawa dalam edukasi anti-bullying juga menemukan bentuknya dalam interaksi mahasiswa bersama warga. Pertandingan bola voli persahabatan menjadi salah satu ruang pertemuan yang membuat mahasiswa dan masyarakat dapat berkomunikasi lebih cair. Kedekatan tersebut berlanjut ketika mahasiswa menghadiri pertunjukan kuda lumping di balai desa bersama warga.

Bagi mahasiswa, pengalaman tidak berhenti pada materi yang disampaikan kepada siswa. Berinteraksi dengan warga membuat mereka berhadapan langsung dengan beragam kebiasaan, cara berkomunikasi, serta kehidupan sosial yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Baca juga: Tak Hanya Mengajar, Mahasiswa BSI Explore 2026 Juga Belajar dari Warga Desa Radak Satu

Pengalaman tersebut menjadi pelengkap dari edukasi yang diberikan di sekolah. Jika di ruang kelas mahasiswa mengajak siswa memahami arti saling menghargai, di tengah masyarakat mereka belajar mempraktikkan nilai yang sama lewat kebersamaan dan komunikasi.

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif turut mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses menerapkan pengetahuan, membangun komunikasi, sekaligus belajar dari lingkungan sosial tempat mereka menjalankan kegiatan.(Lady Agustine)

Leave A Reply

Your email address will not be published.