Bullying Diam-Diam Makin Marak, Mahasiswa UBSI Turun Langsung ke SMPN 99 Jakarta
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Peningkatan Akhlak Mulia Islam (Empati & Solidaritas) untuk Prevensi Bullying Siswa SMP” di SMPN 99 Jakarta, Jalan Sirap, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/5) ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya empati, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Lewat Pendekatan Empati dan Solidaritas Islam, Siswa Diajak Bangun Lingkungan Sekolah yang Lebih Peduli
Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI yang dipimpin oleh Nasya Maylaffazia selaku ketua pelaksana. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi interaktif kepada siswa SMP usia 13–15 tahun mengenai dampak bullying serta pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat berdasarkan nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, empati, dan tanggung jawab sosial.
Materi disampaikan melalui diskusi kelompok, penyampaian edukasi interaktif, hingga sesi berbagi pengalaman yang membuat suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai teman, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.
Baca juga: Belajar Religius Tak Harus Membosankan, Mahasiswa UBSI Ajak Siswa SIT Darussalam Lebih Peduli Sesama
Nasya Maylaffazia selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa kegiatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus bullying di lingkungan remaja. “Kami ingin siswa memahami bahwa tindakan bullying dapat berdampak besar terhadap kondisi mental dan sosial seseorang. Karena itu, empati dan solidaritas perlu ditanamkan sejak dini,” ujarnya dalam keterangan rilis, Selasa (13/5).
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter remaja melalui sesi diskusi santai dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa saat mengikuti diskusi maupun menyampaikan pendapat mereka terkait pengalaman sosial di lingkungan sekolah.
Salah satu anggota tim pelaksana, Chitami Al Misky, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga melalui kegiatan ini siswa dapat lebih menghargai satu sama lain, membangun rasa peduli terhadap teman, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI berharap nilai empati dan solidaritas tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk karakter siswa yang lebih peduli, toleran, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(Niken)