Dari Bedak ke Digital: Ibu-Ibu PKH Rangkapan Jaya Kini Jago Promosi Lewat Gawai
BSINews, Depok – Di sebuah sudut hangat di Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, sebuah pertemuan sederhana telah menyalakan harapan baru. Sekelompok dosen dan mahasiswa dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)—sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan menggandeng ibu-ibu KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pelatihan bertema “E-Promotion untuk Penyedia Jasa Make-Up bagi Pemula” pada Jumat, 16 Mei 2025.
Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Pemanfaatan TikTok sebagai Media Promosi UMKM Rawa Panjang
Bukan sekadar pelatihan biasa, kegiatan yang dilangsungkan di Kampung Pulo RT 03 RW 09 ini menjadi jembatan bagi para ibu rumah tangga menuju dunia digital yang selama ini terasa jauh dari jangkauan mereka. Dengan semangat belajar yang tinggi, para peserta mengikuti setiap sesi pelatihan yang dirancang untuk menggabungkan keterampilan tata rias dasar dengan kemampuan promosi digital melalui gawai mereka sendiri.
Kerja sama dengan tim PKK setempat menjadi fondasi kuat dari kegiatan ini. Dalam kesehariannya, banyak dari ibu-ibu KPM PKH telah memiliki keterampilan merias wajah, namun belum mengetahui cara memperluas jangkauan layanan mereka. Di sinilah pelatihan e-promotion hadir sebagai solusi. Transformasi dari pemasaran face to face menjadi screen to face—melalui media sosial dan platform daring—menjadi poin penting yang dibahas dan dipraktikkan secara langsung.
Pelatihan ini dirancang dengan tiga fokus utama, yaitu pengenalan dan praktik promosi digital untuk pemula, peningkatan keterampilan make-up yang tepat dan profesional, dan penerapan teknologi sederhana berbasis gawai sebagai media promosi usaha.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Para ibu yang biasanya berkutat dengan urusan rumah tangga kini memegang gawai dengan tujuan baru—memotret hasil riasan, menulis caption promosi, hingga menyimulasikan layanan pelanggan secara daring. Semangat mereka melampaui keterbatasan teknis; yang terpenting, mereka merasa diakui, didorong, dan dimampukan.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga sebagai upaya memberdayakan mitra agar dapat lebih percaya diri dan mandiri dalam membangun usaha mikro dari rumah. Tahap monitoring dan evaluasi turut dilakukan untuk mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan kualitas promosi dan keterampilan peserta.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, inisiatif sederhana ini menjadi bukti bahwa akses terhadap dunia digital bukan hanya milik generasi muda atau kaum profesional. Ibu-ibu KPM PKH di Rangkapan Jaya kini memiliki bekal baru untuk mengubah keterampilan mereka menjadi sumber penghasilan tambahan—dengan percaya diri, perangkat sederhana, dan tentu saja, sentuhan personal khas mereka.
Baca juga: Dosen UBSI Sukses Berikan Pelatihan Canva: Kader Posyandu Tambun Tingkatkan Promosi Kesehatan
Dengan publikasi hasil kegiatan ke media cetak maupun elektronik, tim pelaksana berharap kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak—bahwa pemberdayaan bisa dimulai dari hal-hal yang paling dekat, paling nyata, dan paling dibutuhkan.(ACH)