Dari Dapur ke Digital: Ibu PKK Cibubur Belajar Jualan Lewat TikTok Bareng UBSI

0 28

BSINews, Jakarta TimurUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kali ini, kegiatan menyasar ibu-ibu PKK di wilayah Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dengan fokus pada pelatihan digital marketing berbasis platform TikTok pada Minggu (12/4).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa yang terdiri dari Wahyu Indrarti, Nur Abdilah, Warsino, Bilgah, serta mahasiswa Aura Fauziah dan Ine Febriyanti. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada mitra dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan.

Upgrade skill di era digital, pelaku usaha rumahan mulai kuasai strategi promosi kreatif dan kekinian

Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha skala rumah tangga. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana promosi yang efektif dan kreatif.

Ketua tim pelaksana, Wahyu Indrarti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Pelatihan ini kami hadirkan agar ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang kreatif dan produktif, sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (12/4).

Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar digital marketing, pembuatan konten menarik, hingga teknik sederhana dalam mendesain visual promosi yang sesuai dengan tren media sosial. Peserta juga diberikan praktik langsung agar dapat memahami penggunaan aplikasi secara lebih optimal.

Baca juga: Aksi Nyata Mahasiswa UBSI: Tanamkan Nilai Islami dan Kepedulian di SDN Kraton 1

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman langsung dalam membuat konten promosi yang menarik.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru dalam mengembangkan usaha berbasis digital.

“Kami jadi lebih paham bagaimana memanfaatkan TikTok untuk promosi produk, sehingga usaha yang kami jalankan bisa dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Wahyu juga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta.

“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat terus mengembangkan keterampilan digital yang telah dipelajari dan menjadikannya sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.