Dosen dan Mahasiswa Informatika UBSI Kampus Sukabumi Kembangkan Teknologi AI dan IoT untuk Pertanian Berkelanjutan
BSINews, Sukabumi — Dosen dan mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian pada Jum’at (20/11).
Dosen dan Mahasiswa Informatika UBSI Kampus Sukabumi Kembangkan Teknologi AI dan IoT untuk Pertanian Berkelanjutan
Riset ini dikembangkan oleh tim Informatika UBSI kampus Sukabumi yang dipimpin Saeful Bahri bersama Miftah Farid Adiwisastra, serta melibatkan mahasiswa Rahadi Ramdhan dan Habib Umar. Pengembangan teknologi ini bertujuan membantu petani dalam pengambilan keputusan berbasis data lapangan secara lebih akurat dan efisien.
Model AI yang dikembangkan mampu menganalisis berbagai data lingkungan, seperti cuaca, kelembapan tanah, suhu, dan kualitas air. Sistem ini juga dirancang untuk mendeteksi penyakit tanaman sejak dini, memperkirakan waktu panen, serta memberikan rekomendasi penggunaan air dan nutrisi secara optimal.
Sebagai pendukung utama, tim turut mengembangkan perangkat IoT yang dilengkapi sensor suhu dan kelembapan, sensor kualitas air, kamera untuk deteksi penyakit tanaman, serta sistem kendali pompa air untuk otomasi irigasi. Seluruh data lapangan dikirimkan secara real time ke sistem AI untuk dianalisis sebagai dasar pengambilan keputusan.
Ketua tim peneliti, Saeful Bahri, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi ini diarahkan untuk menjawab tantangan pertanian modern.
“Kami ingin menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis Jum’at (20/11).
Baca Juga :Panduan Praktis Problem Solving Mahasiswa Informatika
Melalui pengembangan AI dan IoT ini, UBSI kampus Sukabumi menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Teknologi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara luas untuk mendukung pertanian Indonesia yang lebih modern dan berdaya saing. (Sfkrhm)