Dosen dan Mahasiswa UBSI Berikan Edukasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Tangerang
BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi yang bertajuk “Edukasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Tangerang”. Kegiatan yang diadakan pada Sabtu, 22 Maret 2025, bertempat di Ruang Utama Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Yayasan Tarbiyyatul Qolbi Nusantara, berlangsung dengan penuh antusiasme mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen UBSI yang dipimpin oleh Ahmad Junaidi Wahidin, bersama dengan anggota dosen lainnya, yaitu Ventianus Sarwoyo, Risa Prayudhi dan Hernawati, M.Kom. Selain itu, dua mahasiswa UBSI, Vicky Chandra Pangat dan Pery Roybowo, turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah anak-anak dan pengajar di Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa yang berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyyatul Qolbi Nusantara.
Tujuan utama dari acara ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konsep dasar Artificial Intelligence (AI) dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang pendidikan. Dalam sesi edukasi yang penuh semangat ini, para peserta diajak untuk mengenal AI tidak hanya sebagai sebuah tren teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga sebagai alat yang dapat memperkaya proses pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an dan kegiatan akademik lainnya.
Ahmad Junaidi Wahidin selaku ketua tim pelaksana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk membuka wawasan anak-anak dan pengajar di Rumah Tahfidz mengenai perkembangan teknologi yang pesat.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa AI bukan hanya untuk kepentingan industri besar, tetapi juga dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI bisa menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pengajar, tetapi juga bagi santri dalam kegiatan belajar mengajar mereka,” ujarnya.
Sesi edukasi ini tak hanya berbicara tentang teori. Para peserta diberi kesempatan untuk langsung berlatih menggunakan aplikasi berbasis AI yang dapat mendukung kegiatan mereka sehari-hari. Melalui pelatihan praktis ini, mereka diberikan keterampilan dasar tentang bagaimana teknologi canggih ini dapat membantu dalam belajar mengaji, meningkatkan interaksi belajar, dan mempermudah kegiatan akademik lainnya.
Respon positif langsung muncul dari para peserta yang terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi. Salah seorang peserta dari Rumah Tahfidz mengatakan, “Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami jadi lebih mengenal teknologi dan tahu bahwa AI bisa membantu kami dalam banyak hal, termasuk belajar mengaji dengan cara yang lebih interaktif.”
Selain itu, Ketua Yayasan Tarbiyyatul Qolbi Nusantara, Rohimin, S.Pd.I., juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim UBSI.
“Kami sangat berterima kasih kepada UBSI yang telah berbagi ilmu kepada anak-anak dan pengajar di Rumah Tahfidz. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak semakin siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami potensi besar yang dimiliki oleh teknologi AI dan bagaimana mereka dapat menggunakannya secara efektif dalam kehidupan sehari-hari mereka.(RDX)