Dosen Prodi Bahasa Inggris Universitas BSI Beri Pelatihan Pada Anggota Fatayat NU
Tangerang, BSINews–Dosen program studi (prodi) Bahasa Inggris Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) pada ibu-ibu angggota Fatayat NU PAC Pinang Tangerang yang berada di Jl Mahkota Simprug Raya, RT.004/RW.015, Paninggilan Utara, Ciledug, Tangerang, Banten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sukses pada Sabtu 4 Mei 2024, pukul 09.00. WIB.
Kegiatan yang mengusung tema Pelatihan Bahasa Inggris “English Expression” dilakukan secara offline di kantor Fatayat NU PAC Pinang, Tangerang yang kebetulan bersebelahan dengan kantor kelurahan Paninggilan Utara. Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, dihadiri lebih dari 15 peserta peserta dengan tutor dosen Prodi Bahasa Inggris, Dr Unpris Yastanti.
Baca juga: Prodi Bahasa Inggris Universitas BSI Jaga Kualitas Mutu Lewat AMI
Dosen Prodi Bahasa Inggris Universitas BSI Beri Pelatihan
Dadan Hidayat, selaku ketua pelaksana kegiatan yang juga dosen prodi Bahasa Inggris mengatakan wujud nyata pengabdian masyarakat sebagai elemen dalam tri dharma perguruan tinggi yakni dengan cara memberikan kontribusi langsung berupa pelatihan kepada masyarakat.
“Kami berbagi ilmu-ilmu yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai tujuan untuk meningkatkan keahlian di bidang Bahasa Inggris,” ujar Dadan dalam rilis yang diterima, Selasa (7/5).
Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak-Anak Melalui Pelatihan Menulis dengan Gambar
Ia menyebutkan kegiatan PM ini salah satunya untuk memperkokoh kesejahteraan dan kemajuan Bangsa Indonesia.
“Dosen yang berperan dalam acara PM ini yakni Dadan Hidayat, Unpris Yastanti, Wiruma Titian Adi dan Titi Dewi Rohati beserta mahasiswa dari prodi Bahasa Inggris, Fadia Arbatunnisa dan Istiqomah,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta memberikan kesannya saat mengikuti kegiatan ini, ia merasa sangat nyaman dan senang.
“Saya dapat mempraktekkan langsung materi yang disampaikan dan juga mendapat ilmu dapat bermanfaat,” ungkap salah satu peserta. (UMF)