Dosen UBSI Berikan Pelatihan Pembuatan Flash Card Interaktif di Kazama untuk Anak Berkebutuhan Khusus
BSINews, Bekasi-Dalam rangka mendukung tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) secara optimal, Lembaga Kazama Pusat Terapi & Bimbingan Belajar menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pembuatan Flash Card Interaktif Menggunakan Canva” pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan teknologi desain grafis untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inklusif.
Sebagai lembaga yang telah berdiri sejak 7 September 2016, Kazama terus berkomitmen memberikan layanan terapi, pembelajaran, dan pendampingan sosial-emosional kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dengan pengalaman lebih dari delapan tahun, Kazama menjadi rumah belajar yang aman dan ramah, beralamat di Perumahan Griya Asri 1, Jl. Bungur Blok B14 No.7, Tambun Selatan, Bekasi.
“Kami percaya bahwa setiap anak adalah anugerah Tuhan dengan potensi luar biasa. Namun, mereka memerlukan pendekatan yang tepat dan penuh kasih sayang untuk dapat berkembang secara maksimal,” ujar Bapak Much. Yusuf, pendiri Kazama.
Dalam pelatihan ini, para peserta, yang terdiri dari guru-guru Kazama, diajak untuk mengeksplorasi fitur-fitur Canva dalam merancang flash card — media pembelajaran sederhana yang efektif dalam membantu anak-anak memahami konsep melalui visual yang menarik. Penggunaan Canva memungkinkan proses pembuatan materi menjadi lebih mudah, interaktif, dan menyenangkan.
Metode pembelajaran seperti prompts, modelling, peer tutorial, dan cooperative learning diperkenalkan sebagai strategi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan adaptif bagi ABK. Flash card hasil karya peserta diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar anak, meningkatkan keterlibatan mereka, dan memperkuat pemahaman terhadap berbagai konsep dasar secara visual.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya Kazama dalam mengembangkan kapasitas internal, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya.
Dengan hanya empat guru dan lima belas siswa yang saat ini menjadi bagian dari Kazama, lembaga ini terus membuktikan bahwa kualitas layanan dan perhatian terhadap kebutuhan anak jauh lebih penting daripada kuantitas.
Baca Juga: Dosen UBSI dan Mahasiswa Hadirkan Pelatihan Public Speaking untuk PKK di Jakarta Timur
Kazama berharap pelatihan ini menjadi langkah awal menuju penggunaan teknologi yang lebih luas dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga serupa untuk terus berinovasi demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.(RDX)