Dosen UBSI Berikan Solusi Tantangan Pendidikan di Tengah Covid 19

Jakarta Bsi-News
Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat secara virtual sebagai bentuk mengimplementasikan salah satu Tri Dharma perguruan tinggi. Penyelenggaraan pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan secara online melalui media aplikasi virtual zoom berupa pelatihan dan pendampingan secara virtual kepada remaja masjid Ar – Royyan yang beralamat Jl. Kramat IV No.86, RT.8/RW.10, Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810. Penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia membuat banyak sekolah menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Pemanfatan teknologi informasi diharapkan mampu mengatasi proses belajar mengajar bisa tetap berjalan dengan baik meskipun tengah berada masa pendemi Virus Corona Covid 19. Sebagai gantinya, pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh atau remote learning. Demi tetap menjaga dunia pendidikan bisa tetap berjalan dengan baik serta mendukung Pemerintah dalam mendukung physical distancing ditengah pandemi covid 19 sesuai intruksi presiden untuk tetap di rumah, belajar di rumah, bekerja di rumah, ibadah di rumah,24 Oktober 2020
Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Suparman Hilawu, S.Sos, M.Si. selaku wakil dari Universitas Bina Sarana Informatika dan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Mohammad Amas Lahat, S.Ag.,MM. Semangat peserta untuk mengikuti pengabdian masyarakat tidaklah surut meskipun pengabdian masyarakat disampaikan secara virtual. “Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bertujuan untuk memenuhi standar pendidikan dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan menggunakan perangkat komputer atau gadget yang saling terhubung antaras siswa dan guru maupun antara mahasiswa dengan dosen sehingga melalui pemanfaatan teknologi tersebut proses belajar mengajar bisa tetap dilaksanakan dengan baik. Serta tantangan pendidikan di tengah Covid-19 antara lain minimnya penguasaan teknologi informasi, sdm pendidikan rendah, pembelajaran yang tidak efektif, akses internet tidak merata, biaya paket data yang harus dikeluarkan, dan kesibukan orang tua”, tutur Mohammad Amas Lahat, S.Ag.,MM sebagai tutor dalam pengabdian masyarakat tantangan pendidikan di tengah covid 19. Menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta tentang cara mengatasi kejenuhan saat pembelajaran daring, maka di sini haruslah ada kerja sama dari pengajar untuk membuat pengajaran tidak monoton misalnya dengan bentuk video yang menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan.
Diharapkan program pengabdian masyarakat ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar Universitas Bina Sarana Informatika bisa terus berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian masyarakat khususnya bagi Remaja Masjid Ar Royyan Lubang Buaya. Semoga kegiatan ini terus berlangsung dan bersinambungan.
Pembukaan sambutan dari Bapak Suparman Hilawu, S.Sos, M.Si. selaku wakil dari Universitas Bina Sarana Informatika