Dosen UBSI Kenalkan Kecerdasan Buatan kepada Anak Panti Lewat Pelatihan Interaktif
BSINews, Bekasi-Dalam upaya menumbuhkan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di Panti Asuhan Rumah Harapan Abe, sekelompok dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) wilayah Jabodetabek menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pengenalan Artificial Intelligence dan Literasi Digital” pada Sabtu, 12 April 2025.
Mengusung semangat “AI untuk Asa”, kegiatan ini tak hanya memperkenalkan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (AI), tetapi juga menanamkan pentingnya literasi digital di era serba digital. Anak-anak diajak mengenal teknologi melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif—mulai dari permainan edukatif digital, hingga eksplorasi langsung perangkat seperti tablet dan laptop.
“Tujuan dari program ini adalah untuk memberi wawasan baru kepada anak-anak tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Enggar Widianingrum, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus dosen UBSI.
“Kami ingin mereka melihat bahwa AI bukan sesuatu yang jauh atau rumit, tapi sesuatu yang bisa mereka manfaatkan untuk belajar, berkreasi, dan bermimpi lebih tinggi,” tambahnya.
Melalui workshop dan sesi diskusi, anak-anak diberikan gambaran dasar mengenai bagaimana AI bekerja dan bagaimana teknologi digital dapat menunjang proses belajar mereka. Materi disampaikan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dicerna, agar anak-anak bisa langsung merasakan manfaatnya.
Tak hanya itu, tim pengabdian juga menyiapkan modul pembelajaran digital dan akses ke materi edukatif yang bisa digunakan secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Harapannya, pengetahuan yang didapat tak berhenti di satu hari saja, tetapi bisa terus berkembang seiring waktu.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh pengurus Panti Asuhan Rumah Harapan Abe. Antusiasme dan rasa syukur pun tak bisa disembunyikan oleh pihak pengurus Panti Asuhan Rumah Harapan Abe atas kegiatan yang sarat manfaat ini. Dukungan dan semangat yang diberikan para dosen UBSI dianggap membawa angin segar dan harapan baru bagi anak-anak di panti.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dedikasi para dosen UBSI. Anak-anak sangat senang dan bersemangat. Semoga ini menjadi pijakan awal untuk masa depan mereka di dunia digital,” tutur salah satu pengurus panti.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan digital. Dengan menjangkau komunitas rentan seperti anak-anak panti asuhan, para dosen UBSI berharap semangat belajar, beradaptasi, dan bermimpi bisa terus tumbuh, setara dengan anak-anak lainnya di luar sana.
“Teknologi adalah alat, tapi harapan adalah bahan bakar. Kami ingin membekali anak-anak ini dengan keduanya,” jelasnya.(RDX)