Dosen UBSI Latih Komunitas Ragajaya Affiliate Optimalkan Konten Video Digital dengan CapCut
BSINews, Bogor- Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan penggunaan aplikasi CapCut bagi 15 anggota Komunitas Ragajaya Affiliate di Aula Pesantren Daarus Shofwah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat dan mengedit video promosi untuk mendukung aktivitas pemasaran afiliasi di era digital.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa UBSI Latih Ibu-Ibu PKK Bekasi Kuasai Strategi Pemasaran dan Desain Promosi Canva
Pelatihan bertajuk “Implementasi Teknologi Informasi Penggunaan Aplikasi CapCut sebagai Upaya Memaksimalkan Pembuatan Video pada Komunitas Ragajaya Affiliate Kota Bogor” tersebut dipimpin oleh Sari Dewi, M.Kom., selaku ketua pelaksana, bersama tim dosen dan mahasiswa UBSI. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Perkembangan pemasaran digital membuat konten video semakin penting dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Bagi affiliator, promosi tidak cukup hanya dengan membagikan tautan produk. Konten yang menarik, informatif, dan mudah dipahami juga diperlukan agar audiens dapat mengenali manfaat serta keunggulan produk yang ditawarkan.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan materi praktis mengenai penggunaan aplikasi CapCut untuk mendukung proses produksi konten promosi. Materi mencakup pengenalan fitur aplikasi, penambahan foto dan video, penyisipan teks, penggunaan stiker, serta pemanfaatan efek visual untuk meningkatkan daya tarik video.
Ketua pelaksana PkM, Sari Dewi, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengembangkan keterampilan pemasaran.
“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu anggota Komunitas Ragajaya Affiliate memahami penggunaan CapCut dan menerapkannya untuk membuat konten promosi yang lebih menarik. Kami ingin pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menjadi teori, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kegiatan pemasaran digital,” ujar Sari.
Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis agar peserta dapat memahami penerapan fitur CapCut dalam pembuatan video. Dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten promosi secara lebih mandiri tanpa harus bergantung pada perangkat penyuntingan yang kompleks.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan mengenai peluang usaha dalam ekosistem perdagangan digital. Komunitas Ragajaya Affiliate sendiri menjadi wadah kolaborasi bagi para affiliator dengan semangat “Bertumbuh Bersama, Berdaya Bersama”, yang diwujudkan melalui pembelajaran, pendampingan, pertukaran pengalaman, dan penguatan jejaring antaranggota.
Dalam praktik affiliate marketing, kualitas konten berperan dalam membantu audiens memahami fungsi, manfaat, dan karakteristik produk sebelum mengakses tautan afiliasi. Karena itu, keterampilan dasar penyuntingan video menjadi bekal penting untuk menyajikan informasi produk secara lebih terstruktur dan komunikatif.
Meski demikian, pemasaran digital yang efektif tidak hanya bergantung pada tampilan video. Konsistensi dalam memproduksi konten, pemahaman terhadap target pasar, ketepatan informasi produk, serta etika dalam menyampaikan promosi tetap perlu diperhatikan. Dengan menggabungkan keterampilan teknis dan strategi pemasaran yang tepat, affiliator dapat mengembangkan konten yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa UBSI dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara pengetahuan akademik dan penerapannya di tengah masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan PkM menjadi pengalaman pembelajaran kontekstual, sedangkan bagi mitra, kegiatan ini diharapkan menambah pemahaman mengenai penyuntingan video dan pemanfaatan perangkat digital secara produktif.
Sebagai UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata melalui pengembangan kompetensi digital dan kolaborasi dengan berbagai komunitas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan keahlian perguruan tinggi untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi digital.
Baca juga: Dosen UBSI Latih Majelis Ta’lim Az Zahra Manfaatkan ChatGPT untuk Membuat Flyer Kreatif
Ke depan, tim PkM UBSI berharap anggota Komunitas Ragajaya Affiliate dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh secara konsisten, meningkatkan kualitas konten promosi, serta mengembangkan personal branding dan jangkauan pemasaran produk. Pendampingan dan pelatihan lanjutan juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunitas dalam menghadapi dinamika pemasaran digital.
“Harapan kami, peserta terus berlatih dan mengembangkan kreativitas setelah pelatihan selesai. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, anggota komunitas dapat menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan mengoptimalkan peluang pemasaran afiliasi secara berkelanjutan,” tutup Sari.