Dosen UBSI Latih Pengurus Masjid Jami Al Akbar Singosari Manfaatkan Food Photography untuk Usaha Rumahan

0 2

BSINews, Bekasi – Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) berupa pelatihan food photography bagi pengurus Masjid Jami Al Akbar Singosari, Minggu (10/5).

Kegiatan bertema “Pelatihan Food Photography untuk Usaha Rumahan” ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dalam menghasilkan visual makanan yang menarik, menggugah selera, dan memiliki nilai jual. Di era digital, foto makanan bukan lagi sekadar pelengkap promosi. Ia telah menjadi bahasa visual yang mampu membangun kepercayaan, memancing rasa penasaran, hingga memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Baca juga: UBSI Kampus Digital Kreatif Dorong Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Food Photography untuk UMKM di Tambun Bekasi

Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan dan peluang pemanfaatan smartphone dalam food photography, terutama untuk mendukung usaha rumahan, promosi produk kuliner, hingga aktivitas dakwah digital yang lebih kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dasar, mulai dari pengenalan prinsip fotografi, cara menentukan angle kamera, memahami shoot size, hingga strategi memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk kuliner melalui visual yang lebih menarik.

Ketua pelaksana PM UBSI, Dr. Fifit Fitriansyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap penggunaan teknologi secara sehat, produktif, dan bernilai ekonomi.

“Kegiatan food photography ini menjadi langkah sangat penting dalam industri kuliner. Visual yang menggugah selera adalah kunci utama untuk menarik perhatian, membangun identitas brand, dan meningkatkan penjualan, baik untuk restoran, produk makanan kemasan, maupun konten media sosial,” ujar Dr. Fifit, (10/5).

Menurutnya, kemampuan membuat foto makanan yang menarik kini tidak hanya dibutuhkan oleh pelaku usaha besar. Pelaku usaha rumahan pun perlu memiliki keterampilan visual agar produk yang ditawarkan mampu bersaing di ruang digital.

Sementara itu, tutor pelatihan PM UBSI, Parlin Herbet dan Jaka Atmaja, menegaskan bahwa food photography memiliki peranan krusial karena menjadi pemberi kesan pertama bagi calon konsumen. Dalam transaksi online, konsumen tidak bisa mencium aroma atau mencicipi rasa makanan secara langsung. Karena itu, mata menjadi indra pertama yang bekerja. Foto yang berkualitas dapat membuat calon pelanggan berhenti sejenak, tertarik, lalu terdorong untuk mencoba produk tersebut.

Selain itu, foto makanan yang ditata dengan baik juga mampu membangun persepsi dan nilai produk. Makanan sederhana bisa terlihat lebih menarik, profesional, bahkan memiliki nilai jual lebih tinggi ketika dipotret dengan teknik pencahayaan, komposisi, dan food styling yang tepat.
Parlin dan Jaka juga menekankan bahwa visual yang konsisten dapat membantu membangun identitas brand.

Di media sosial, tampilan foto yang rapi dan memiliki ciri khas akan membuat produk lebih mudah diingat. Bahkan, pelanggan bisa terdorong membagikan ulang foto tersebut di akun pribadi mereka, sehingga promosi dapat menyebar lebih luas secara organik.

Foto makanan yang tajam dan detail juga menjadi aset promosi serbaguna. Hasil foto dapat digunakan untuk buku menu, kampanye iklan digital, situs web pemesanan makanan, katalog produk, hingga materi promosi cetak. Dengan kata lain, satu foto yang baik bisa bekerja berkali-kali untuk mendukung pemasaran.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan smartphone secara lebih kreatif dan produktif. Dengan teknik sederhana seperti pencahayaan yang tepat, pemilihan sudut pengambilan gambar, dan penataan makanan yang rapi, produk rumahan dapat tampil lebih profesional tanpa harus menggunakan peralatan mahal.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan era digital. Salah satunya melalui peningkatan kemampuan food photography agar masyarakat mampu menghasilkan visual yang baik, benar, dan bernilai ekonomi.

Melalui pelatihan ini, para pengurus Masjid Jami Al Akbar Singosari diharapkan dapat menjadi contoh dalam mengembangkan usaha UMKM di lingkungan perumahan. Tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memahami cara mempresentasikannya secara menarik di ruang digital.

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI Ikuti Rangkaian Workshop Fotografi 2025

Pada akhirnya, food photography bukan hanya soal membuat makanan terlihat enak di layar. Lebih dari itu, ia menjadi cara baru bagi masyarakat untuk bercerita, memasarkan karya, dan membuka peluang usaha dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dapur rumah sendiri.

Bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin mengembangkan keterampilan komunikasi, kreativitas visual, dan kemampuan digital di lingkungan Kampus Digital Kreatif, UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id. Siapa tahu, dari satu langkah kuliah hari ini, lahir kemampuan yang bisa membuka peluang usaha dan karier di masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.