Dosen Universitas BSI Beri Pelatihan Menyusun dan Analisa Laporan Arus Kas Pada Forum UMKM IKM Kabupaten Bogor
Bogor, BSINews–Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Bogor sukses melakukan pengabdian masyarakat (PM). Mengusung tema Menyusun dan Analisis Laporan Arus Kas pada forum UMKM IKM Kabupaten Bogor, acara ini di gelar di Aula Kantor Kecamatan Sukaraja pada Sabtu 25 Mei 2024.
Kasmanto Miharja selaku ketua pelaksana PM Universitas BSI menuturkan bahwa kegiatan ini untuk menyusun dan menganalisa laporan arus kas secara teoritis dengan baik dan benar.
Baca juga: Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk Pasarkan Produk Bank Sampah
Dosen Universitas BSI Beri Pelatihan
“Praktek menyusun laporan arus kas yang baik, benar dan juga efektif guna mendukung aktifitas pendidikan dan kesejahteraan para staf, terutama yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan mereka masing-masing sehari-hari sebagai peserta forum IKM Kabupaten Bogor,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (27/5).
Menurut Kasmanto, manfaat utama menyusun dan menganalisis laporan arus kas adalah aktivitas penting dalam bidang keuangan dan akuntansi forum UMKM.
“Laporan arus kas memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana para UMKM menghasilkan dan menggunakan uang tunai selama periode tertentu, biasanya dalam satu tahun,” tuturnya.
Pentingnya laporan arus kas, ungkap Kasmanto harus disusun dan dianalisis secara cermat, tepat dan berdampak sebagai bahan evaluasi keuangan kedepannya.
“Menyusun dan menganalisis laporan arus kas juga berperan penting dalam mengambil keputusan keuangan, bahkan kesalahan menyusun dan menganalisis laporan keuangan bisa mengakibatkan hal yang fatal dalam keberlangsungan kegiatan usaha UMKM,” tandasnya.
Ia menambahkan usaha UMKM dapat menggunakan laporan arus kas untuk mengambil keputusan taktis, seperti mengatur waktu pembayaran hutang atau memutuskan kapan melakukan investasi besar-besaran. Hal ini juga membantu dalam mengevaluasi keberhasilan proyek-proyek tertentu. .
“Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan untuk menerapkan ilmu keuangan dalam menyusun dan menganalisi laporan arus kas yang diberikan, sehingga dengan mengetahui aliran masuk dan keluar kas, yayasan dapat menghindari kebangkrutan yang disebabkan oleh masalah likuiditas,” tutup Kasmanto. (UMF)