Green Tech & Creative Business: Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi Bernilai Ekonomi
BSINews, Bogor — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis inovasi dan kepedulian lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Green Tech & Creative Business: Lilin Aroma Terapi dari Minyak Jelantah yang digelar pada Jumat, 18 Oktober 2025, di lingkungan UMKM PKK RW 09 Taman Yasmin, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.
Green Tech & Creative Business: Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi Bernilai Ekonomi
Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM PKK dengan tujuan mengedukasi sekaligus membekali keterampilan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk lilin aroma terapi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Lilin aroma terapi dikenal memiliki berbagai manfaat, seperti membantu relaksasi, mengurangi stres, serta menciptakan suasana nyaman melalui aroma alami yang dihasilkan.
Program ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah berbahaya, diolah kembali menjadi produk kreatif yang memiliki potensi pasar sebagai souvenir, produk relaksasi, hingga hampers.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila kepada Siswa SMK Darul Amal Bekasi
Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat , Nunung Hidayattun, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM agar mampu mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi ramah lingkungan dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai teknik produksi lilin aroma terapi, desain kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran sederhana. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau, dengan bahan baku sekitar Rp50.000 dan kemasan Rp30.000, sementara harga jual produk dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp35.000 per unit.
Kegiatan ini melibatkan tim tutor dari dosen UBSI serta mahasiswa, dan dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Sampah “Yasmin Sehati”. Dukungan juga datang dari pengurus UMKM PKK RW 09, PKK RT 01–RT 07, serta berbagai pihak yang bergerak di bidang lingkungan.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan kesadaran lingkungan masyarakat melalui inovasi berbasis teknologi hijau.(Niken)