Ketika Canva Menjadi Jalan Ninja UMKM Kedung Waringin

0 87

BSINews, Bogor – Hari Sabtu, 10 Mei 2025, yang biasanya diisi dengan rutinitas menyiram tanaman atau ngobrol santai di warung kopi, mendadak jadi panggung kecil revolusi digital untuk pelaku UMKM di Desa Kedung Waringin. Bukan, ini bukan seminar startup kekinian yang penuh jargon Inggris. Ini pengabdian masyarakat ala dosen-dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang datang bukan pakai jas, tapi bawa laptop dan semangat ngulik Canva.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Digital, UBSI Gelar Pelatihan Desain Grafis Canva untuk Remaja RT 007 Mampang

Mereka bukan cuma ngajarin cara ngedesain, tapi ngajarin bagaimana bertahan dan berkembang di dunia yang makin kejam buat usaha kecil kalau nggak melek digital. Di tengah riuhnya algoritma Instagram dan nyinyirnya netizen yang lebih tertarik sama aesthetic packaging daripada rasa sambal yang bikin nagih, pelaku UMKM Kedung Waringin sebenarnya cuma butuh satu hal, yaitu pegangan biar gak ketinggalan zaman.

Pelatihan yang digawangi oleh Sofyan Marwansyah, Taat Kuspriyono, Wiwin Wianti, dan Purwatiningsih ini hadir layaknya oasis di tengah kebingungan pelaku UMKM yang mulai sadar, yakni bikin jualan laris di era digital, ternyata gak bisa lagi cuma andelin rasa dan doa. Harus ada feed Instagram yang rapi, caption yang gak sekadar “Yuk buruan order”, dan desain promosi yang gak bikin scroll langsung skip.

Salah satu mahasiswa yang ikut mendampingi, Luvia Agil Nugraheni, sempat nyeletuk bahwa banyak peserta pelatihan yang baru pertama kali tahu kalau Canva bisa ngasih template desain buat segala rupa—dari brosur, logo, sampai Insta Story jualan keripik pisang. “Selama ini mereka kira Canva cuma buat anak kuliahan bikin tugas,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Bener juga sih. Aplikasi kayak Canva ini kadang terkesan eksklusif, padahal sejatinya bisa jadi senjata paling ampuh buat pelaku UMKM yang pengen tampil percaya diri di dunia maya. Nggak harus ngerti Photoshop atau bayar mahal ke jasa desain. Asal tahu dasar, ngerti cara tarik-dan-lepas, dan punya sedikit rasa untuk memilih warna yang nggak bikin mata perih, semua bisa dilakukan sendiri.

Dosen-dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBSI nggak datang cuma buat berbagi teori. Mereka menyelami langsung kebutuhan warga. Dari hasil pengamatan mereka, sebagian besar UMKM di Kedung Waringin masih minim literasi digital. Bukan karena malas belajar, tapi karena belum ada yang bener-bener ngajarin dari nol.

Nah, di sinilah pengabdian itu jadi relevan. Para peserta diajak bukan cuma belajar desain, tapi juga strategi promosi digital. Gimana bikin konten yang bisa bikin orang berhenti scroll, bagaimana memilih kata-kata yang tepat untuk copywriting, bahkan sampai gimana bikin highlight story yang gak bikin malu kalo diliat anak Gen Z.

Ita Susana Erlyana, Ketua UMKM Desa Kedung Waringin, menyampaikan rasa syukurnya. Katanya, pelatihan ini kayak vitamin buat para pelaku usaha yang mulai ngerasa lemas bersaing di tengah platform digital. “Kami nggak butuh yang muluk-muluk. Tapi ilmu yang bisa langsung kami praktikkan. Pelatihan ini salah satunya,” ujarnya penuh antusias.

Memang, hidup pelaku UMKM hari ini bukan cuma tentang jualan, tapi juga soal bagaimana menampilkan jualan itu. Dunia digital nggak selalu adil, tapi setidaknya dengan pelatihan seperti ini, warga Kedung Waringin punya bekal untuk melawan nasib dan algoritma.

Baca juga: Dosen UBSI Sukses Berikan Pelatihan Canva: Kader Posyandu Tambun Tingkatkan Promosi Kesehatan

Kalau kata dosennya, ini bukan sekadar pelatihan. Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tapi buat para pelaku UMKM, ini adalah langkah kecil menuju mimpi yang lebih besar, yaitu naik kelas di dunia digital yang penuh tantangan tapi juga penuh kemungkinan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.