Lestarikan Seni dengan Aman, LPPM UBSI Latih Manajemen Keselamatan Talenta Teater Muda
BSINews, Jakarta-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema Manajemen Keselamatan Sanggar Teater bagi Talenta Sanggar Teater Anak Muda di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada 27 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan anggota sanggar dalam menerapkan manajemen keselamatan yang aman dan akurat selama proses latihan maupun pementasan seni peran.
Baca juga: LPPM UBSI Kampus Tasikmalaya Perkuat Semangat Dosen Raih Hibah PKM Lewat Sharing Session Inspiratif
Ketua Pelaksana PKM, Fadli Ilyas, menjelaskan bahwa sanggar teater merupakan ruang kreatif yang perlu didukung tidak hanya dari sisi artistik, tetapi juga aspek keselamatan.
“Sanggar Teater Anak Muda adalah talenta budaya dan seni peran yang perlu dijaga dan dikembangkan secara profesional. Penerapan manajemen keselamatan adalah kunci agar para talenta ini dapat menjaga diri dengan pembekalan manajemen keselamatan yang aman dan akurat,” katanya dalam keterangan rilis di Bogor, Kamis (27/1).
Kegiatan edukasi ini menghadirkan tim dosen LPPM UBSI yang terdiri dari Fadli Ilyas sebagai ketua pelaksana, serta Fahrizal, Heri Kuswara, dan Kasmin sebagai anggota tim. Materi utama disampaikan oleh Fahrizal yang memaparkan strategi penerapan manajemen keselamatan di lingkungan sanggar. Ia menekankan bahwa para anggota teater memiliki peran penting sebagai penyampai pesan moral melalui seni.
“Talenta sanggar bukan hanya pemeran, tetapi juga duta seni yang bertugas menyampaikan pesan moral lewat seni peran. Kami memberikan materi tentang memahami konsep keselamatan khususnya bagi para talenta sanggar dimanapun berada, terutama saat berada di sanggar teater,” tambahnya.
Selain pemahaman dasar keselamatan, tim UBSI juga mengenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung peningkatan wawasan keselamatan. Dalam sesi diskusi interaktif, Fadli Ilyas dan Heri Kuswara membahas berbagai tantangan yang dihadapi anggota sanggar di lapangan serta solusi praktis yang dapat diterapkan secara langsung.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas seni melalui program-program pengabdian yang aplikatif. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas generasi muda dalam berkesenian secara profesional sekaligus sadar akan pentingnya aspek keselamatan.
Pihak Sanggar Teater Anak Muda menyambut positif kegiatan ini. Para talenta sanggar menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan mereka, terutama dalam menciptakan lingkungan latihan dan pertunjukan yang lebih aman, tertib, dan profesional. LPPM UBSI berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna mendukung pelestarian seni dan budaya lokal melalui pendekatan edukatif dan berbasis kebutuhan komunitas.