Mahasiswa UBSI Gelar Program Penguatan Karakter Jujur dan Tanggung Jawab di Griya Yatim & Dhuafa Kemanggisan

0 27

BSINews, JakartaMahasiswa Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknik Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Minggu (9/11) bertajukMembangun Karakter Jujur dan Tanggung Jawab dalam Lingkungan Keluarga dan Sekolah” di Griya Yatim & Dhuafa (GYD) Asrama Putra Kemanggisan, Jakarta Barat. 

Mahasiswa UBSI Gelar Program Penguatan Karakter Jujur dan Tanggung Jawab 

Kegiatan ini diinisiasi oleh lima mahasiswa, yaitu Muhammad Azhka (Ketua Pelaksana), Muhammad Rizkiansyah, Cyntia Pramudya Paramita, Siti Asyuroh, dan Zahra Fauziah, sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter anak-anak yatim dan dhuafa.

Program ini diselenggarakan karena sebagian anak asrama belum memperoleh stimulasi moral secara optimal di lingkungan keluarga. Minimnya figur pembimbing menyebabkan beberapa anak menunjukkan perilaku seperti menutupi kesalahan, kurang inisiatif, serta rendahnya rasa tanggung jawab dalam aktivitas harian.

Selama kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB, mahasiswa UBSI menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif seperti ice breaking, pemutaran video pembelajaran, kuis interaktif, serta kegiatan mewarnai bertema karakter positif. Metode visual dan aktivitas kreatif tersebut membantu anak-anak memahami nilai moral dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Ketua pelaksana, Muhammad Azhka, berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Mahasiswa UBSI Kampus Sukabumi Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini di TK Suaibi

“Kami ingin anak-anak belajar jujur dan bertanggung jawab dengan cara yang menyenangkan, sekaligus dapat menerapkannya dalam keseharian mereka,” ujarnya, dari keterangan rilis yan diterima pada Selasa (11/11).

Melalui program PKM ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap dapat terus berkontribusi dalam pembinaan karakter anak-anak yatim dan dhuafa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan semakin berkembang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.