Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Gencarkan Kampanye Anti-Perundungan di SDN 10 Siantan

0 18

BSINews, Pontianak — Perundungan atau bullying masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Untuk menumbuhkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Pontianak menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Setop Perundungan: Ayo Berteman Baik dan Saling Menghormati” di SDN 10 Siantan, Kabupaten Mempawah, pada Jumat (24/4).

Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Gencarkan Kampanye Anti-Perundungan di SDN 10 Siantan

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya membangun karakter siswa sejak usia dini. Program tersebut diselenggarakan sebagai respons atas hasil observasi tim yang menemukan adanya indikasi perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, di lingkungan sekolah.

Tim pelaksana yang terdiri dari Radid, Marianna Seskia Purba, Cantika Enjelita, Revalina Pramesti, dan Ardiyanto menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Edukasi disampaikan melalui penyuluhan, permainan kelompok, hingga pemasangan media edukasi di lingkungan sekolah.

Perwakilan tim mahasiswa Radid menjelaskan, bahwa pendekatan tersebut dipilih agar siswa tidak hanya memahami dampak buruk perundungan, tetapi juga terbiasa menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai persahabatan, kepedulian, dan saling menghormati sejak dini. Harapannya, siswa tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga berani menjadi teman yang baik serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Jum’at (24/4).

Baca Juga : Cara Seru Mahasiswa UBSI Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Siswa SMPN 11 Depok

Selain penyuluhan interaktif mengenai dampak negatif perundungan, mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti permainan kooperatif yang bertujuan melatih empati, kerja sama, dan komunikasi antarteman. Sebagai pengingat jangka panjang, tim turut memasang poster kampanye anti-perundungan di sejumlah titik strategis di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam menanamkan karakter saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Pihak SDN 10 Siantan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UBSI yang menghadirkan edukasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami siswa. Sekolah berharap pesan yang disampaikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga budaya saling menghormati semakin tumbuh di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Diharapkan edukasi anti-perundungan seperti ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli terhadap sesama, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh rasa saling menghormati. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.