Pelatihan Ecobrick: Solusi Kreatif Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

0 129

BSINews, Tasikmalaya — Permasalahan sampah plastik menjadi tantangan serius bagi lingkungan. Upaya pengurangan limbah plastik kini tidak hanya bergantung pada sistem pengelolaan skala besar, tetapi juga bisa dimulai dari skala rumah tangga dan komunitas. Salah satu inovasi sederhana yang mulai dikenal luas adalah ecobrick, yaitu teknik mengolah limbah plastik menjadi bahan bangunan alternatif yang ramah lingkungan. Menyadari potensi ini, kegiatan pelatihan ecobrick pun diselenggarakan bekerja sama dengan Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (3/8) di Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, Tasikmalaya.

Pelatihan Ecobrick Dorong Pengelolaan Sampah Secara Kreatif

Pelatihan ini ditujukan untuk memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada masyarakat mengenai cara pembuatan ecobrick, mulai dari pengumpulan sampah plastik, proses pemadatan, hingga pembentukan produk akhir yang siap pakai.

Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Dini Silvi Purnia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif berbasis pemanfaatan limbah.

“Kami ingin membekali anggota bank sampah dan masyarakat dengan keterampilan baru yang bermanfaat secara sosial, lingkungan, dan ekonomi,” ujar Dini dalam rilis yang diterima, Senin (4/8).

Direktur Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, Moch. Haerul Ihsan, menambahkan bahwa pende
katan kreatif seperti ini dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap limbah plastik.

“Melalui ecobrick, kami menunjukkan bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi produk yang tidak hanya berguna tetapi juga bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dan diikuti dengan praktik pembuatan ecobrick oleh peserta. Beberapa produk yang dihasilkan bahkan langsung dirancang menjadi kursi, meja, dan pot tanaman dari susunan botol ecobrick.

Peserta pelatihan, Bu Deti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih sadar akan potensi sampah rumah tangga.

“Biasanya saya buang plastik begitu saja, sekarang saya tahu bisa dimanfaatkan jadi barang yang kuat dan berguna,” katanya.

Salah satu peserta lainnya, Pak Wawan, menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan teknik ini di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau ini dikembangkan, bisa bantu kurangi sampah plastik di kampung dan hasilnya juga bisa dijual,” jelasnya.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Jogja Sabet Hibah Internal 2025 untuk Riset dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek RI Tahun Pendanaan 2025.

Sebagai penutup, pelatihan ecobrick ini menjadi salah satu bukti kontribusi nyata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan lingkungan melalui pengabdian masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.