Percepat Pengembangan Desa Wisata, UBSI Kampus Yogyakarta Lakukan Uji Petik Data Masterplan Banyusoca

0 13

BSINews, YogyakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menggelar uji petik data Masterplan Desa Wisata Banyusoca pada Sabtu (21/9). Bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Banyusoca, Playen, Gunung Kidul, acara ini merupakan bagian dari Program Dana Padanan 2024 yang bertujuan memvalidasi dan menyempurnakan rencana pengembangan desa wisata secara langsung bersama masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 peserta yang mewakili berbagai elemen masyarakat Desa Banyusoca, termasuk Kepala Desa, perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Tim Penggerak PKK, dukuh, Karang Taruna, BUMDes, dan tokoh masyarakat. Uji petik ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi wisata di wilayah tersebut.

UBSI Kampus Yogyakarta Lakukan Uji Petik Data Masterplan

Ani Wijayanti selaku Ketua Tim Peneliti dari UBSI, memaparkan skema masterplan yang telah disusun berdasarkan penelitian mendalam.

“Masterplan ini kami susun berdasarkan penelitian mendalam dan data yang valid. Kami berharap melalui uji petik ini, masyarakat dapat melihat, mengevaluasi, dan memberikan masukan untuk perbaikan lebih lanjut,” ujar Ani, dalam keterangan rilis, Senin (23/9).

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif semua elemen masyarakat agar masterplan benar-benar representatif.

Daman Hari selaku Kepala Desa Banyusoca, menyambut baik inisiatif UBSI.

Baca juga: Bukan Sekadar Ngoding, Mahasiswa UBSI Buka Wawasan Desain untuk Anak Karang Taruna

“Kami berterima kasih kepada UBSI atas penelitian yang dilakukan. Apa pun yang dapat dikembangkan di Banyusoca, silakan saja, asal dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Daman.

Ia juga mendorong para peserta untuk aktif memberi masukan, mengingat potensi dari delapan padukuhan di desa itu perlu dioptimalkan.

Masukan datang dari berbagai pihak. Amir Sholeh dari BUMDes Banyusoca mengusulkan potensi wisata religi di makam tua Kedungwanglu agar dimasukkan dalam data masterplan. Sementara itu, Ahsan dari Karang Taruna Padukuhan Ketangi turut memaparkan potensi yang sudah ada dan sedang dikembangkan, seperti gazebo yang dikelola Kelompok Hutan Masyarakat (KHM), rencana pembuatan waterboom dan pemancingan, serta produk keripik dan minuman tradisional.

Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Teknologi AI dalam Meningkatkan Pelayanan Prima Karang Taruna Kelurahan Jati Cempaka, Pondok Gede

Setelah menerima berbagai masukan, Ani dan timnya berkomitmen untuk mengevaluasi kembali masterplan. Proses ini bertujuan memastikan setiap potensi desa, baik wisata alam, religi, budaya, maupun ekonomi kreatif, dapat terakomodasi dengan baik.

Dengan uji petik ini, UBSI berharap masterplan Desa Wisata Banyusoca akan menjadi panduan yang tepat dan aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. Acara ini berakhir pukul 16.00 WIB, dengan harapan besar Desa Banyusoca segera menjadi destinasi wisata unggulan di Gunung Kidul.

Leave A Reply

Your email address will not be published.