Perkuat Tata Kelola Organisasi, Dosen UBSI Gelar Pelatihan untuk LAZIZMU Kayu Manis Tengah
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui UBSI Kampus melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan optimalisasi pengelolaan organisasi bagi pengurus dan relawan Kantor Layanan LAZIZMU PRM Kayu Manis Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (18/4) dengan melibatkan dosen Program Studi Manajemen serta dukungan mahasiswa.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial serta efektivitas pengelolaan organisasi, khususnya dalam menjalankan program sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi UBSI dalam memperkuat peran lembaga layanan masyarakat agar semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tingkatkan kapasitas manajerial pengurus dan relawan melalui pelatihan interaktif dan aplikatif
Ketua pelaksana kegiatan, Eigis Yani Pramularso, menekankan pentingnya penguatan manajemen organisasi bagi para pengurus dan relawan dalam menjalankan program kerja secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait pengelolaan organisasi agar para pengurus dan relawan dapat menjalankan perannya secara optimal,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (18/4).
Dalam pelatihan tersebut, Imelda Sari selaku tutor menyampaikan berbagai materi terkait manajemen organisasi, perencanaan program, pengelolaan sumber daya, serta strategi pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pengelolaan organisasi yang baik harus dimulai dari perencanaan yang matang, kerja tim yang solid, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” jelasnya.
Baca juga: Belajar Word Sejak Dini, Santri TPQ Bekasi Siap Hadapi Era Digital
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi dan studi kasus agar peserta dapat memahami penerapan secara langsung dalam aktivitas organisasi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi serta komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
Salah satu peserta, Sugiyanti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam pengelolaan organisasi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini karena materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan,” tuturnya.
Sebagai penutup, Ketua Pelaksana Eigis kembali menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan dampak kegiatan ini.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten oleh para pengurus dan relawan, sehingga organisasi dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (Niken)