PKM UBSI Angkat Tema Pajak dalam Perspektif Syariah Islam di Musholla Ar-Ridho Jakarta Timur
BSINews, Jakarta — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali menunjukkan kontribusinya dalam meningkatkan literasi keagamaan dan pemahaman ekonomi Islam di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan PKM bertema “Mengenal Pajak dalam Nilai-Nilai Syariah Islam” dilaksanakan pada Sabtu (15/11) di lingkungan Musholla Ar-Ridho, Jalan Pulo Gebang, Gang Swadaya RT.012/RW.04, Cakung, Jakarta Timur.
PKM UBSI Angkat Tema Pajak dalam Perspektif Syariah Islam
PKM ini bertujuan memperkenalkan konsep pajak dalam sudut pandang syariah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan nilai-nilai ekonomi Islam, peserta diajak memahami hubungan antara kewajiban negara dan kewajiban moral individu dalam mendukung kemaslahatan bersama. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan inovasi dalam penerapan prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan modern.
Pematerian mencakup penjelasan mengenai relevansi konsep pajak dengan instrumen keuangan syariah seperti zakat, infak, dan sedekah. Seluruh instrumen tersebut berorientasi pada pemerataan kesejahteraan sosial dan penguatan pembangunan umat. Nilai dasar seperti keadilan (‘adl), amanah, dan tanggung jawab sosial dijelaskan sebagai landasan dalam memahami kewajiban membayar pajak berdasarkan prinsip syariah.
Ketua pelaksana kegiatan, Tria Agustina, menyampaikan bahwa edukasi perpajakan dalam perspektif Islam penting untuk memperkaya wawasan masyarakat seiring perkembangan ekonomi digital.
“Dalam Islam, setiap harta memiliki tanggung jawab sosial. Dengan memahami nilai-nilai syariah, kita dapat melihat pajak bukan hanya sebagai beban, tetapi sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan umat,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Senin (17/11).
Melalui pelaksanaan PKM ini, pemahaman tentang pajak dalam perspektif syariah diharapkan tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik sosial masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang adil, makmur, dan berlandaskan nilai-nilai luhur agama. (Alisa)