Robot, AI, dan Anak Panti: Ketika Masa Depan Dipelajari dari Sekarang!

0 169

BSINews, Bogor – Siapa bilang belajar Artificial Intelligence (AI) harus di lab keren dengan komputer super canggih? Buktinya, pada Sabtu pagi, 10 Mei 2025, anak-anak Panti Asuhan Alqi Ceria di Ciparigi, Bogor Utara, justru asyik ngobrolin robot dan machine learning bareng dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dan semua itu terjadi di ruang sederhana yang penuh tawa, rasa ingin tahu, dan semangat belajar.

Baca juga: Tingkatkan Keterampilan Jurnalisme dengan Teknologi AI: Pelatihan Inovatif di Yayasan Qur’ani Nurul Fattah

Kegiatan yang bertajuk “Pengenalan Dasar Kecerdasan Buatan” ini adalah bagian dari program pengabdian masyarakat yang rutin digelar oleh dosen UBSI. Di balik laptop dan slide presentasi, ada wajah-wajah tulus dari para mahasiswa dan dosen yang ingin membuat teknologi terasa lebih dekat, lebih membumi, bahkan buat anak-anak yang sehari-harinya belum tentu akrab dengan gadget canggih.

Salah satu dosen yang jadi tutor, Nuraeni Herlinawati, menjelaskan materi AI dengan gaya yang santai, penuh analogi, dan pastinya mudah dicerna. “Kami pengin anak-anak tahu, bahwa teknologi bukan cuma buat yang punya akses besar. Semua anak bisa kenal AI, bisa mimpi jadi ahli robotika, bisa jadi siapa pun yang mereka mau. Asal dikasih kesempatan dan diajak ngobrol,” ujarnya sambil tersenyum hangat.

Acara nggak melulu soal materi. Ada juga permainan edukatif, kuis interaktif, sampai tanya jawab seru tentang “kalau kamu punya robot, pengin robot itu bisa ngapain?”. Jawabannya? Ada yang pengin robot bantuin ngerjain PR, ada juga yang pengin robot jadi teman ngobrol biar nggak kesepian. Jawaban yang polos tapi jujur, dan justru di situlah benih-benih mimpi itu mulai tumbuh.

Baca juga: AI Bukan Cuma Buat Robot! Guru SMKN 8 Jakarta Dapat Ilmu Canggih dari Dosen UBSI, Biar Ngajarnya Makin Canggih

Dengan kegiatan ini, UBSI bukan cuma berbagi ilmu, tapi juga menyebarkan harapan. Harapan bahwa semua anak, termasuk mereka yang tinggal di panti asuhan, punya hak dan peluang yang sama untuk jadi bagian dari masa depan digital. Karena sejatinya, teknologi bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling peduli untuk berbagi.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.