Senam Bukan Sekadar Gerak, UBSI Bangun Spirit Wirausaha dan Digitalisasi Komunitas Tangguh & Kece
BSINews, Jakarta-Energi positif dan semangat kebersamaan terasa kuat di Aula DPRD Kota Bogor saat para anggota Komunitas Senam Tangguh & Kece dari Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, mengikuti pelatihan “Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Partisipasi Senam di Lingkungan Masyarakat” pada Sabtu, (11/20).
Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Networking Rapid PVST+ untuk Siswa SMK di P4 Jakarta Barat
Kegiatan ini digagas oleh dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus digital kreatif yang konsisten mendukung pemberdayaan masyarakat melalui transformasi pengetahuan dan teknologi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya penerapan strategi pemasaran, tidak hanya dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam pengelolaan komunitas sosial. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bagaimana strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan partisipasi anggota, memperluas jangkauan kegiatan, serta memperkuat eksistensi komunitas di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Rachmah, selaku ketua kegiatan, menegaskan bahwa senam tidak sekadar aktivitas kebugaran, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Senam Tangguh & Kece bukan hanya soal kesehatan jasmani, tapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan anggotanya. Banyak dari peserta yang merupakan pelaku UMKM, sehingga komunitas ini juga berperan sebagai jaringan ekonomi keluarga,” ungkap Rachmah.
Ia menambahkan, melalui kegiatan senam, para anggota tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga berkesempatan memperluas jaringan pemasaran produk mereka, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi dalam pengembangan usaha mikro. Dengan demikian, komunitas ini telah menjadi ruang inspiratif yang menggabungkan nilai health, friendship, dan entrepreneurship.
Sementara itu, Lela, selaku tutor pelatihan, menjelaskan pentingnya penerapan konsep bauran pemasaran jasa (5P) Product, Price, Place, Promotion, People yang disesuaikan dengan karakter komunitas.
“Keberhasilan sebuah komunitas olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas instruktur atau program latihannya, tetapi juga oleh bagaimana strategi pemasarannya dijalankan. Dengan memanfaatkan media digital, penguatan identitas komunitas, dan inovasi program, senam bisa menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pendekatan kreatif yang diperkenalkan oleh UBSI, peserta diajak untuk memahami cara membangun citra komunitas, membuat konten promosi digital, dan merancang kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat luas. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia olahraga dan dunia usaha lokal sebagai strategi untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
Baca juga: Dosen UBSI Ajarkan Generasi Muda di Rumah Yatim Cara Cerdas Kelola Keuangan
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga aktif menyalurkan ilmu dan teknologi bagi pemberdayaan masyarakat. UBSI terus hadir menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat modern melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang berorientasi pada solusi nyata.