Tingkatkan Keterampilan Jurnalisme dengan Teknologi AI: Pelatihan Inovatif di Yayasan Qur’ani Nurul Fattah
BSINews, Tangerang Selatan–Tingkatkan keterampilan di era digital saat ini, kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu alat yang penting dalam mempermudah berbagai aktivitas manusia, termasuk di dunia jurnalisme. AI tidak hanya membantu dalam menulis berita dan artikel, tetapi juga dalam pembuatan liputan video dan foto, meskipun AI mempermudah pekerjaan jurnalis, peran manusia tetap krusial untuk memverifikasi dan memastikan kebenaran informasi yang dihasilkan oleh AI.
Yayasan Qur’ani Nurul Fattah yang berlokasi di Tangerang Selatan, yang memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan, saat ini menghadapi tantangan terkait kurangnya pengetahuan dalam pembuatan berita kegiatan. Untuk itu, yayasan mengadakan pelatihan dengan fokus pada penerapan teknologi AI dalam pembuatan berita, agar dapat mempermudah proses penyusunan informasi dan meningkatkan kualitas liputan mereka.
Baca juga: Tingkatkan Keterampilan Remaja, Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan Pembuatan Kemasan Produk
Tingkatkan Keterampilan Jurnalisme dengan Teknologi AI
Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang terdiri dari Ketua Pelaksana Kegiatan, Eko Yulianto, Mahmud Safudin sebagai tutor utama, dan Achmad Sumbaryadi serta Umi Faddillah sebagai anggota. Selain itu, tiga mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Zain Zakiyah Az Zahra, Nasywa Adinda Putri, dan Muhammad Andhika Putra Noor. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 09.00-12.00 WIB bertempat di Jalan SDI Mekar Jaya, Kp. Ciater, RT.005/ RW.002, Kel. Rawa Mekar Jaya, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Eko Yulianto, menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para pengurus Yayasan Qur’ani Nurul Fattah dalam memanfaatkan teknologi AI. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, mereka dapat lebih mudah membuat berita kegiatan yang berkualitas dan menyebarluaskannya kepada masyarakat.
“Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang berbagai penerapan teknologi AI untuk tingkatkan keterampilan, salah satunya penggunaan chatbot dan asisten virtual dalam interaksi dengan audiens. Teknologi ini memungkinkan organisasi berita untuk menjawab pertanyaan umum secara otomatis, memberikan pembaruan berita secara real-time, dan memperluas jangkauan kepada pembaca,” jelasnya dalam rilis yang diterima, Minggu (23/3).
Ia menegaskan bahwa sinergi antara AI dan jurnalis manusia diharapkan dapat menciptakan pemberitaan yang lebih efisien dan berbasis data.
“Selain itu, AI juga membantu mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang, sehingga jurnalis dapat lebih fokus pada investigasi mendalam dan pengembangan cerita yang lebih bermakna. Di masa depan, kolaborasi antara jurnalis manusia dan AI akan semakin penting, di mana jurnalis dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menyederhanakan pekerjaan mereka dan memastikan bahwa algoritma AI sesuai dengan standar etika dan jurnalistik yang berlaku,” paparnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Yayasan Qur’ani Nurul Fattah dapat tingkatkan keterampilan dalam membuat berita yang berkualitas dan menyebarluaskan informasi serta kegiatan mereka melalui media massa. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat keberadaan yayasan di tengah masyarakat yang lebih luas. (UMF)