UBSI Ajak Guru dan Pengurus Pesantren Al Ma’had Kenali Dunia Digital Lewat Kecerdasan Buatan
BSINews, Jakarta – Era digital menuntut semua lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk ikut beradaptasi. Menyadari pentingnya hal tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Digital Marketing bagi Guru dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Ma’had” pada Sabtu (11/10) di Setu, Kabupaten Bekasi.
UBSI Ajak Guru dan Pengurus Pesantren Al Ma’had
Kegiatan yang diikuti para guru dan pengurus Pondok Pesantren Al Ma’had ini bertujuan memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sekaligus melatih peserta untuk memanfaatkannya dalam pembuatan konten digital, riset pasar, serta perancangan strategi promosi lembaga pendidikan berbasis digital.
Ketua Pelaksana, Yahya Mara Ardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan teknis, tetapi merupakan langkah konkret untuk mendorong pesantren agar mampu bersaing di era digital.
“Kami ingin guru dan pengurus pesantren memiliki kepercayaan diri dalam memanfaatkan AI untuk mengembangkan lembaga dan menarik minat calon santri baru,” ungkapnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Jumat (17/10).
Materi disampaikan secara interaktif oleh Amin Nur Rais, praktisi dan peneliti AI, yang mengajak peserta memahami cara kerja ChatGPT serta berbagai tools kecerdasan buatan lainnya untuk membantu proses pembuatan konten promosi pesantren.
“AI bukan menggantikan manusia, tapi mempercepat cara kita berpikir dan bekerja. Dengan alat yang tepat, guru bisa menjadi marketer yang kreatif,” jelas Amin.
Perwakilan Pondok Pesantren Al Ma’had, Syekh Mudrika Ilyas, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para peserta.
“Ternyata digital marketing bisa dilakukan dengan sederhana, bahkan lewat ponsel. Sangat membantu kami yang sebelumnya belum memahami teknologi,” ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBSI ini ditutup dengan praktik langsung pembuatan konten promosi berbasis AI dan sesi tanya jawab santai. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat dan memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di sektor pendidikan. (Alisa)