UBSI Ajak Orang Tua Lebih Cerdas Dampingi Anak di Dunia Digital
BSINews, Bekasi-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan Digital Parenting yang menyasar para orang tua anak berkebutuhan khusus di Lembaga Kazama, Tambun Selatan, Bekasi pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital para orang tua agar mampu menjadi pendamping yang cerdas dan bijak bagi anak-anak mereka saat berinteraksi di dunia digital. Seiring dengan semakin meluasnya akses terhadap teknologi, peran orang tua dalam pengawasan dan pendampingan digital menjadi sangat penting, terlebih dalam konteks anak berkebutuhan khusus yang memiliki kebutuhan pengasuhan yang lebih spesifik.
Baca Juga: Dosen UBSI Sukses Berikan Pelatihan Canva: Kader Posyandu Tambun Tingkatkan Promosi Kesehatan
Pelatihan ini dipandu oleh tim dosen UBSI yang diketuai oleh Siti Nurajizah bersama tiga dosen lainnya yaitu Hari Sugiarto, Titik Misriati dan Vivi Maria. Tidak hanya itu, dua mahasiswa UBSI yakni Kohar Hanapi dan Revalina Rahma turut berpartisipasi aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan. Selama pelatihan berlangsung, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar literasi digital, cara menggunakan kontrol orang tua pada perangkat digital, serta strategi untuk mendampingi anak menggunakan internet secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Sesi praktik pengaturan keamanan perangkat menjadi salah satu bagian paling menarik, di mana para orang tua bisa langsung mempelajari cara melindungi anak dari konten negatif dan penggunaan gawai yang berlebihan. Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta bernama Rina menyampaikan kesan mendalamnya.
“Pelatihan ini membuka mata saya tentang pentingnya pengawasan digital. Selama ini saya membiarkan anak bermain HP tanpa tahu risikonya. Sekarang, saya lebih paham bagaimana mengontrol dan mendampinginya tanpa harus melarang secara total,” ungkapnya.
Ketua tim pelaksana, Siti Nurajizah, menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya memberi edukasi teknis, tetapi juga mendorong pendekatan empatik dalam pola asuh anak berkebutuhan khusus di era digital.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal agar para orang tua lebih percaya diri dalam menjadi ‘teman digital’ bagi anak-anaknya, khususnya bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus yang memerlukan pendekatan yang lebih empatik dan cermat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI tidak hanya memberikan solusi praktis bagi orang tua dalam menghadapi tantangan era digital, tetapi juga memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung keluarga dan masyarakat melalui edukasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.(RDX)